Yenny Wahid Ungkap Peran Penting Menteri Investasi di Kabinet Jokowi

Yenny Wahid menilai pentingnya keberadaan posisi atau menteri yang fokus mengurusi masalah investasi dalam kabinet Presiden Joko Widodo ke depannya.

Yenny Wahid Ungkap Peran Penting Menteri Investasi di Kabinet Jokowi
TRIBUNNEWS/FAHDI FAHLEVI
Yenny Wahid di Sidang Tahunan MPR RI di kompleks MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat pagi (16/8/2019), 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid, menilai pentingnya keberadaan posisi atau menteri yang fokus mengurusi masalah investasi dalam kabinet Presiden Joko Widodo ke depannya.

Menurutnya, pos itu penting lantaran investasi dari dalam dan luar negeri dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara.

"Pos investasi penting karena kita sama-sama tahu bahwa untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang kita harapkan tentu memerlukan salah satunya investasi, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri," ujar Yenny, di Gedung Kura-kura, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019).

"Dan itu perlu usaha sendiri, untuk meyakinkan investor agar mau menanamkan uangnya di Indonesia," imbuhnya.

Putri Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu mengatakan posisi menteri yang mengurusi investasi ada baiknya tidak dirangkap dengan hal lain.

"Ini tidak bisa dirangkap-rangkap, ini perlu fokus. Perlu lobi-lobi besar, perlu menyiapkan infrastruktur baik itu legal, bisnis, infrastruktur perpajakan. Sehingga investor juga nyaman kalau mau menanamkan uangnya," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Yenny Wahid mengatakan Presiden Joko Widodo menginginkan cara kerja kabinetnya berjalan dengan cepat setelah berjanji akan mengangkat 55 persen menteri dari kalangan profesional.

"Komposisi profesional lebih besar itu menandakan bahwa presiden mendengar suara rakyat yang menginginkan kabinet yang profesional dan bisa bekerja dengan gesit dan cepat," ujar Yenny di Gedung Kura-kura, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Menurut anak mantan Presiden Abdurrahman Wahid ini, Jokowi bakal mengangkat para menteri yang muda agar cara kerja kabinet lebih cepat dan efisien. Meski begitu, dirinya menilai perlunya keseimbangan antara menteri dari kalangan profesional dan partai politik.

"Tetap keseimbangan politik harus dijaga, dari partai tetap diperlukan," tutur Yenny.

Baca: Komposisi Profesional di Kabinet 55 Persen, Yenny Wahid: Jokowi Inginkan Kerja Gesit

Diketahui, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Kabinet Kerja pada periode mendatang akan diwarnai gabungan menteri dari profesional dan unsur partai politik.

Secara spesifik, Jokowi menyatakan bahwa komposisi menteri dari partai politik memiliki porsi yang sedikit lebih kecil ketimbang kalangan profesional.

"Partai politik bisa mengusulkan, tetapi keputusan tetap di saya. Komposisinya 45 persen," kata Jokowi saat bertemu pemimpin media massa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Dengan demikian, perbandingan menteri dari kalangan profesional dengan unsur partai politik adalah 55 persen berbanding 45 persen.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved