Kantor Golkar Diteror

Agung Laksono Sayangkan Peristiwa Pelemparan Bom Molotov di Kantor DPP Golkar

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono meyayangkan peristiwa pelemparan bom molotov oleh orang tak dikenal yang menyasar Kantor DPP Golkar

Agung Laksono Sayangkan Peristiwa Pelemparan Bom Molotov di Kantor DPP Golkar
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono di Gedung Dewan Harian Nasional 45, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/11/2018). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono meyayangkan peristiwa pelemparan bom molotov oleh orang tak dikenal yang menyasar Kantor DPP Golkar di Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (21/8/2019) dini hari.

Ia menyebut tidak boleh ada pemaksaan kehendak politik lewat cara kekerasan.

Apalagi sebelumnya Indonesia sempat disibukkan dengan peristiwa semacam politik identitas yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

"Saya kira jangan biarkan politik kekerasan politik force apalagi pemaksaan kehendak dengan segala cara masuk ke dalam dunia politik ya," kata Agung Laksono, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (21/8/2019).

Baca: Hanny Zeng Owner JimsHoney, Sempat Ragu Terjun ke Bisnis dan Peran Suami Menentukan

Baca: Goo Hye Sun Ungkap Perilaku Suami yang Buatnya Ingin Cerai: Sering Mabuk dan Kontak Wanita Lain

Baca: Kata Bank Indonesia Soal WhatsApp Incar Bisnis Pembayaran Digital

Baca: Kejuaraan Dunia 2019 : Kevin/Marcus Terhenti di Babak Pertama, Impian Raih Medali Emas Sirna

Meski berkata demikian, Agung Laksono enggan melemparkan tuduhan kepada oknum di balik pelemparan bom molotov tersebut dan mengaitkannya dengan pemilihan Ketua Umum Partai Golkar di Musyarawah Nasional (Munas) mendatang.

Dibanding menduga-duga dan malah berujung fitnah, ia lebih memilih menyerahkan peristiwa tersebut kepada aparat kepolisian agar diusut tuntas.

"Saya nggak mau menduga, biarlah polisi menyelidiki. Siapa yang nyuruh, dari mana, kita serahkan ke kepolisian," jelas Agung.

Agung juga berharap seluruh kader Partai Golkar bisa menahan diri dan jika merasa ada masalah agar diselesaikan secara baik-baik.

"Emosionalitas harus dijaga dan kita hindarkan kontra teror. Jangan lempar bom molotov kontra bom molotov lagi, jangan saya kira nggak baik," tegas Agung.

Halaman
1234
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved