Demo Tolak RUU KUHP dan KPK

Aksi Mahasiswa dan Pengemudi Ojek Online Buat Berikade demi Redam Kericuhan Demo: Tolong Jangan Woi

Kericuhan mewarnai aksi demo penolakan RKUHP dan Revisi Undang-undang KPK. Kelompok mahasiswa dan ojek online berusaha meredamnya.

Aksi Mahasiswa dan Pengemudi Ojek Online Buat Berikade demi Redam Kericuhan Demo: Tolong Jangan Woi
Youtube Kompas TV
Demo masih berlangsung meski lewat pukul 18.00 WIB 

TRIBUNNEWS.COM -  Kericuhan mewarnai aksi demo penolakan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) dan Revisi Undang-undang KPK kembali terjadi, Senin (30/9/2019).

Kericuhan itu terjadi di sekitar Gedung DPR, tepatnya di depan restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta Pusat.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, massa melempari batu.

Situasi kemudian semakin panas hingga beberapa kelompok berusaha untuk meredakan emosi massa.

Kelompok itu terlihat menggunakan almameter hingga jaket ojek online.

Bahkan, mereka sampai membuat barisan untuk meredam kemarahan massa.

Terdengar kelompok itu meminta agar massa berhenti melempar batu agar tidak membahayakan warga.

"Tolong jangan woy, berhenti woy. Jangan lempar lempar. Nanti kena warga, kena wartawan," seru seorang massa yang berusaha meredam kericuhan.

Sementara itu, polisi juga meminta agar kelompok itu mau membantu aparat keamanan.

"Tolong tolong, koordinator massa bantu saya. Kendalikan massa kalian," seru polisi.

Baca Selengkapnya >>>

Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved