Isu Gerindra Minta 3 Kursi Menteri, Golkar: Tidak Malu Pada Rakyat Indonesia?
Berikut tanggapan sejumlah tokoh terkait isu Gerindra minta jatah menteri ke Presiden Joko Widodo.
TRIBUNNEWS.COM - Partai Gerindra disebut-sebut akan bergabung dengan koalisi pemerintah.
Tak hanya itu, Partai Gerindra dikabarkan meminta tiga jatah kursi menteri ke Presiden Jokowi.
Kabar tersebut mendapatkan tanggapan dari sejumlah tokoh nasional.
Berikut tanggapan sejumlah tokoh terkait isu Gerindra minta jatah menteri ke Presiden Joko Widodo, dirangkum dari berbagai sumber:
1. Tanggapan Puan Maharani
Ketua DPP Bidang Politik dan Keamanan PDI-P Puan Maharani buka suara terkait kabar yang bererdar bahwa Partai Gerindra mendapatkan jatah menteri dari Jokowi.
Pua menuturkan bahwa Jokowi belum mengajak PDI-P untuk membicarakan hal tersebut.
"Setuju enggak setuju, kita lihat saja. Presiden belum ngajak ngomong. Belum ketemu Presiden sehingga belum ada pembicaraan soal itu (kader Gerindra masuk kabinet)," kata Puan, dikutip dari Kompas.com.
Puan menekankan, keputusan kader Gerindra menjadi menteri bukanlah keputusan partainya sendiri, melainkan harus atas persetujuan parpol anggota koalisi lainnya.
"Kan enggak bisa serta merta PDI-P menyatakan iya, setuju, atau tidak setuju. Kita ada partai lain yang kemudian bersama-sama dengan Pak Jokowi," lanjut Puan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/rantas-destinasi-pariwisata_20190716_122944.jpg)