Pelantikan Jokowi & Maruf Amin

Gerindra: Tradisi Prabowo Datang Acara Pelantikan Presiden

Sekretaris Jenderal Gerindra yang juga Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani, akan melaporkan hasil rapat persiapan pelantikan Presiden kepada Prabowo Subianto

Gerindra: Tradisi Prabowo Datang Acara Pelantikan Presiden
Tribunnews.com/Fransiskus
Bambang Soesatyo atau Bamsoet. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Gerindra yang juga Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani, akan melaporkan hasil rapat persiapan pelantikan Presiden kepada Prabowo Subianto.

"Saya akan laporkan hasil rapat ini kepada beliau ya," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (8/10/2019).

Muzani mengaku belum mengetahui, apakah Prabowo bakalan hadir dalam pelantikan Presiden terpilih 2019-2024, Joko Widodo (Jokowi) atau tidak. Hanya saja berdasarkan tradisi, Prabowo selalu hadir dalam acara pelantikan presiden.

"Ya Insyaallah tapi kalau lihat tradisi ya beliau kan dateng ya. Tradisinya beliau datang," katanya.

Baca: Polisi Jelaskan Rencana Dosen IPB untuk Gagalkan Pelantikan Presiden

Baca: Kaesang Pangarep Terima Penghargaan saat Wisuda di Singapura, Kehadiran Jokowi Jadi Sorotan

Baca: Pedagang Angkringan di Karanganyar Tergiur Nyambi Jual Narkoba, Ini Keuntungan yang Didapat

Sebelumnya Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyatakan pelantikan Joko Widodo (Jokowi) - KH Ma'ruf Amin akan digelar pukul 14.00 WIB pada 20 Oktober mendatang.

Sebelumnya, MPR mengusulkan pelantikan diundur menjadi pukul 16.00 WIB.

Keputusan tersebut diumumkan usai dirinya bersama sembilan Wakil Ketua MPR lainnya menggelar rapat pimpinan MPR.

"Ada wacana mundur jadi jam 16.00, kenapa? untuk memberikan kesempatan beribadah bagi masyarakat kita yang beribadah pada hari minggu. Kemudian kia tidak ingin menganggu kegiatan masyarakat yang ingin berolahraga di car free day," kata Bamsoet, sapaan akrabnya di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Namun, Bamsoet mengatakan usulan pelantikan pada pukul 16.00 WIB dinilai terlalu sore atau mepet dengan waktu salat magrib.

Atas pertimbangan itu, para pimpinan MPR mengusulkan pelantikan Jokowi-Ma'ruf pada pukul 14.00 WIB.

"Tapi ada juga wacana tadi kita diskusikan, kalau jam 16.00 terlalu mepet dengan maghrib. Akhirnya kita sepakat untuk mengusulkan nanti baik kepada keSekjenan, maupun protokol Istana, baik juga kepada presiden untuk dilakukan jam 14.00 atau dua siang," ucapnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved