Kasus Alkes

Berniat Ajukan Eksepsi, Wawan Bantah Dakwaan Jaksa Terkait Pencucian Uang

Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, akan mengajukan tanggapan atau eksepsi terhadap surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK.

Berniat Ajukan Eksepsi, Wawan Bantah Dakwaan Jaksa Terkait Pencucian Uang
Tribunnews/Irwan Rismawan
Terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan atas kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019). Sidang tersebut beragendakan dakwaan bagi Tubagus Chaeri Wardana pada kasus korupsi pengadaan alat kesehatan kedokteran umum Puskesmas Kota Tangerang Selatan tahun 2012 dan pengadaan sarana dan prasarana kesehatan di lingkungan Pemprov Banten tahun 2011-2013 dan tindak pidana pencuciann uang (TPPU) dari tahun 2006-2013. Tribunnews/Irwan Rismawan 

‎Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisaris Utama PT Balipasific Pragama (BPP), Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, akan mengajukan tanggapan atau eksepsi terhadap surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK.

Pada Kamis (31/10/2019) ini, JPU pada KPK mendakwa Wawan melakukan korupsi pengadaan alat kedokteran Rumah Sakit Rujukan Provinsi Banten, pengadaan alat kesehatan pada Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Nanti kami buktiin di persidangan," kata Wawan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, pada Kamis (31/10/2019).

Baca: Akademisi UGM Sebut UMP dan UMK di DIY Seharusnya Rp 2,5 Juta

Sementara itu, penasihat hukum Wawan, Maqdir Ismail, menegaskan perlu ada pembuktian dakwaan pencucian uang yang disangkakan terhadap Wawan.

"Apakah harta yang lain itu termasuk mobil apakah dari hasil kejahatan ini atau bukan? itu kan mesti ditunjukan," kata dia.

Dia menyoroti soal dakwaan KPK terhadap kliennya terutama terkait TPPU.

Dia merasa heran dakwaan TPPU kliennya sangat besar ketimbang Predikat Crime (tindak pidana asal) soal pengadaan alat kesehatan di Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Baca: Najwa Shihab Ragukan Keseriusan Wasekjen Gerindra Berantas Mafia Bola: Protes karena Klub Anda Rugi?

"Predikat crime (tindak pidana asal,-red) itu tadi hanya pengadaan, di Banten, dan di Tangsel yaitu tahun 2012. Sementara harta yang disita itu mulai dari 2005, bahkan 2002, 2003. Pertanyaannya dimana predikat crime? Itu yang menjadi persoalan pokok, itu yang akam kami persoalkan," kata Maqdir.

Jika mengacu pada surat dakwaan, JPU pada KPK mendakwa Wawan melakukan pencucian Rp 578.141.181.968.

Terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan atas kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019). Sidang tersebut beragendakan dakwaan bagi Tubagus Chaeri Wardana pada kasus korupsi pengadaan alat kesehatan kedokteran umum Puskesmas Kota Tangerang Selatan tahun 2012 dan pengadaan sarana dan prasarana kesehatan di lingkungan Pemprov Banten tahun 2011-2013 dan tindak pidana pencuciann uang (TPPU) dari tahun 2006-2013. Tribunnews/Irwan Rismawan
Terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan atas kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019). Sidang tersebut beragendakan dakwaan bagi Tubagus Chaeri Wardana pada kasus korupsi pengadaan alat kesehatan kedokteran umum Puskesmas Kota Tangerang Selatan tahun 2012 dan pengadaan sarana dan prasarana kesehatan di lingkungan Pemprov Banten tahun 2011-2013 dan tindak pidana pencuciann uang (TPPU) dari tahun 2006-2013. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)
Halaman
123
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved