Kasus Imam Nahrawi

Kuasa Hukum Imam Nahrawi Pertanyakan Barang Bukti yang Dihadirkan KPK Dalam Sidang Praperadilan

Bukti yang dihadirkan KPK dalam agenda sidang pembuktian jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan yang disebutkan KPK dalam berkas jawaban.

Kuasa Hukum Imam Nahrawi Pertanyakan Barang Bukti yang Dihadirkan KPK Dalam Sidang Praperadilan
Tribunnews.com/ Gita Irawan
Tim Kuasa hukum tersangka kasus dugaan suap dana hibah KONI mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi saat sidang permohonan praperadilan kliennya dengan agenda penyerahan kesimpulan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat (8/11/2019). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuasa hukum tersangka kasus dugaan suap dana hibah KONI mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Soleh, mempertanyakan bukti yang diajukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang praperadilan.

Menurut Soleh, bukti yang dihadirkan KPK dalam agenda sidang pembuktian jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan yang disebutkan KPK dalam berkas jawaban.

"Saya berpikir awalnya KPK akan menunjukkan bukti-buktinya. Ternyata apa yang termuat dalam jawaban menyatakan 157 bukti dalam jawaban. Begitu pembuktian hanya ada 42 bukti," kata Soleh usai sidang praperadilan beragenda penyerahan kesimpulan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019).

Baca: ICW Ingatkan Pemerintah Harus Ketat Awasi Dana Desa Agar Tidak Muncul Desa Fiktif

Atas dasar tersebut, tim kuasa hukum Imam Nahrawi yakin permohonan praperadilan kliennya akan dikabulkan hakim.

"Kami dari tim kuasa hukum sangat yakin. Karena KPK hingga hari ini, dalam jawabannya ini, masih mencari bukti-bukti," kata Soleh.

Ia mengatakan pokok pernyataan dalam dokumen kesimpulan pihaknya tetap pada dokumen permohonan yang sudah diajukan.

Baca: Dua Mantan Wali Kota di Prabumulih Belum Kembalikan Mobil Dinas

Sejumlah hal yang menjadi permohonannya antara lain meminta hakim menyatakan seluruh proses penyelidikan, penyidikan, penetapan tersangka, dan penahanan kliennya tidak sah secara hukum.

Anggota tim biro hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Muhammad Hafez mengatakan pihaknya menyerahkan 40 halaman dokumen berkas kesimpulan dalam sidang permohonan praperadilan tersangka kasus dugaan suap dana hibah KONI yakni mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Berkas kesimpulan tersebut diserahkan kepada Hakim Tunggal Prapepradilan Elfian dalam agenda sidang penyerahan kesimpulan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat (8/11/2019).

Halaman
12
Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved