Polemik PNS Bercadar

Haidar Alwi Minta Polemik Pelarangan Cadar dan Celana Cingkrang Dihentikan

Haidar Alwi, menilai polemik soal pelarangan penggunaan cadar dan celana cingkrang untuk Aparatur Sipil Negara harus dihentikan.

Haidar Alwi Minta Polemik Pelarangan Cadar dan Celana Cingkrang Dihentikan
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Haidar Alwi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pegiat antiradikalisme, Haidar Alwi, menilai polemik soal pelarangan penggunaan cadar dan celana cingkrang untuk Aparatur Sipil Negara harus dihentikan.

Terlebih, menurutnya upaya pemberantasan radikalisme akan sulit jika dimulai dari hal-hal yang bisa diperdebatkan misalnya terkait penggunaan celana cingkrang dan cadar di lingkungan pemerintahan.

Meskipun ia setuju terkait dengan pelarangan tersebut, tetap dalam penerapannya pemerintah harus melakukan secara bertahap.

Baca: Anis Matta Akui Dirikan Partai Gelora Karena Ada Konflik Dengan PKS

"Jadi stop dulu. Polemiknya stop dulu. Kita usaha benahi dulu sistem, hukumnya, kita benahi baru masuk ke situ," kata Haidar usai diskusi di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Minggu (10/11/2019).

Terkait lamanya waktu yang dibutuhkan pemerintah untuk melakukan pelarangan tersebut, menurut Haidar, saat ini pemerintah masih harus melihat kondisi di masyarakat.

Baca: Jenguk Putranya, Ibu Galih Ginanjar Pilih Menginap di Hotel Dibanding di Rumah Barbie Kumalasari

"Kita lihat kondisi masyarakat. Sekarang kan habis pemilu. Makanya kita tidak bisa langsung bablas tancap gas," kata Haidar.

Klarifikasi Menteri Agama di hadapan DPR

Menteri Agama Fachrul Razi mengklarifikasi pernyataannya yang melarang pemakaian cadar dan celana cingkrang di lingkungan instansi pemerintah.

Ia memberikan penjelasannya usai 24 anggota Komisi VIII DPR RI melontarkan pertanyaan yang mayoritas menanyakan larangan bercadar dan celana cingkrang.

Halaman
1234
Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved