Rapat Perdana dengan Komisi I DPR, Prabowo Sebut Kebijakan Tak Boleh Berdasar Doa dan Harapan
Menhan, Prabowo Subianto menyatakan jika dalam proses perumusan kebijakan di bidang pertahanan tidak boleh berdasarkan doa dan harapan.
Bersama jajarannya, Prabowo akan menentukan arah kebijakannya berdasarkan doktrin hankamneg.
Doktrin hankamneg menyebut pertahanan dilakukan secara devensif bukan offensive.
Doktrin ini berarti kebijakan pertahanan berfokus untuk menjaga wilayah negara dari gangguan negara lain.
"Kita bertahan menjaga kedaulatan, kita tidak berniat mengganggu bangsa lain," jelas mantan jenderal kopasus ini.
Konsep pertahanan rakyat semesta juga akan menjadi konsen dari Menhan Prabowo Subianto.
Ia menjelaskan bangsa Indonesia masih kalah dengan negara lain di bidang teknolgi.
Namun seandainya terjadi peperangan, pertahanan rakyat semesta akan menjadi solusi.
"Itu doktrin Indonesia selama ini, lahir dari bangsa kita, semua warga negara berhak dan wajib bela negara," ungkap Prabowo.
Baca: Jelang Pilkada Solo, Gibran Mulai Blusukan ke Masyarakat
Visi dan Misi Menhan
Dalam kesempatan tersebut Prabowo juga membeberkan visi dan misinya dalam menjalankan tugas sebagai Menteri Pertahanan.
Visi
Terwujunnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.
Misi
1. Meningkatkan kualitas manusia Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/menteri-pertahan-menhan-prabowo-subianto.jpg)