Ketua KPU Sebut e-Rekapitulasi Kebutuhan yang Mendesak

Menurutnya, dua hal itu bisa memperbaiki pemilu sebelumnya yang dianggap bermasalah baik dari segi waktu maupun efisiensi

Ketua KPU Sebut e-Rekapitulasi Kebutuhan yang Mendesak
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Ketua KPU Arief Budiman. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua KPU Arief Budiman mengungkapkan kebutuhan yang paling penting dan mendesak untuk dilakukan baik oleh pemerintah maupun DPR adalah membuat regulasi mengenai e-rekapitulasi.

Arief menginginkan e-rekapitulasi bisa dijadikan sebagai hasil resmi.

Baca: Johan Budi Pertanyakan Bawaslu Terkait Penangangan 2.798 Kasus Pelanggaran Pemilu

Selain itu, ia juga menyatakan salinan C1 untuk dibuat dalam bentuk digital tidak lagi manual di dalam revisi UU Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pemilu dan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Menurutnya, dua hal itu bisa memperbaiki pemilu sebelumnya yang dianggap bermasalah baik dari segi waktu maupun efisiensi.

"Hal yang paling urgent sebetulnya untuk sekarang itu, pertama memutuskan bahwa e-rekap itu dijadikan sebagai hasil resmi pemilu. Kedua, tidak lagi salinan itu diberikan dalam bentuk copy manual, tapi diperkenankan dalam bentuk digital," ucap Arief di Kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Arief mengatakan jika sudah ada aturan mengenai e-rekapitulasi sebagai hasil akhir pemilu maka pilpres, pileg maupun pilkada akan efektif dan efisien.

Selain itu, kata dia, masyarakat tidak perlu lagi menunggu hasil Pemilu dalam jangka waktu yang cukup lama.

"Pemilu jadi lebih hemat, karena tidak perlu lagi rekap di kecamatan yang lama itu, rekap di kabupaten, rekap di provinsi untuk pemilihan gubernur," katanya.

Halaman
12
Penulis: chaerul umam
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved