Wacana Presiden Dipilih oleh MPR, Ini Kata Elite Parpol dan Pengamat

Berikut pandangan sejumlah elite partai politik menanggapi wacana pemilihan presiden melalui MPR:

Wacana Presiden Dipilih oleh MPR, Ini Kata Elite Parpol dan Pengamat
Chaerul Umam/Tribunnews.com
FOTO ILUSTRASI: DPR RI menggelar rapat paripurna ke-4 Masa Persidangan I tahun sidang 2019-2020, Selasa (29/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wacana mengembalikan pemilihan presiden dari langsung oleh masyarakat menjadi tidak langsung melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mendapat penolakan dari para elite politik.

Berikut pandangan sejumlah elite partai politik menanggapi wacana pemilihan presiden melalui MPR:

1. PKS

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menegaskan, mengembalikan pemilihan presiden ke MPR mengkhianati reformasi 1998.

"Reformasi 1998, kita sepakat kedaulatan rakyat dilaksanakan langsung. Dan ini menghasilkan kepemimpinan nasional yang kuat. Karena mendapat mandat langsung dari rakyat," ujar anggota Komisi II DPR RI ini kepada Tribunnews.com, Minggu (1/12/2019).

Menurut dia, kembalinya pemilihan Presiden oleh MPR dapat melemahkan legitimasi Presiden.

"Plus rentan diganggu oleh MPR," jelas mantan Wakil Ketua BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini.

Dia menegaskan, pemilihan presiden harus tetap langsung oleh rakyat.

Hanya saja memang harus dilakukan evaluasi dan penyempurnaan agar semakin baik sistem pemilihan presiden di Indonesia.

Halaman
1234
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved