Munas Partai Golkar

Empat Nama Calon Ketua Umum Golkar Dicoret Jelang Pembukaan Munas, Ini Alasannya

Ketua Komite Pemilihan Munas Golkar Maman Abdurahman mengatakan, empat nama bakal calon ketua umum Partai Golkar dicoret karena tidak memenuhi syarat.

Empat Nama Calon Ketua Umum Golkar Dicoret Jelang Pembukaan Munas, Ini Alasannya
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon ketua umum (caketum) Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (2/12/2019). Partai Golkar akan melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) pada 3 Desember 2019 dengan salah satu agendanya pemilihan ketua umum periode 2019-2024. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komite Pemilihan Munas Golkar Maman Abdurahman mengatakan, empat nama bakal calon ketua umum Partai Golkar dicoret karena tidak memenuhi syarat.

Keempat nama tersebut, Indra Bambang Utoyo, Aris Mandji, Achmad Annama, dan Derek Laopatty.

Hal itu disampaikan Maman Abdurahman jelang pembukaan Nunas Golkar X di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019).

Baca: Alasan Bamsoet Mundur dari Pencalonan Ketua Umum Golkar: Saya Tidak Bisa Melawan Nasihat Senior

"Jadi kita ada dua kategori, memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat, yang lima nama yang memenuhi syarat itu yang pertama adalah Pak Airlangga Hartarto, Pak Bambang Soesatyo (Bamsoet), Pak Ridwan Hisjam, Pak Ali Yahya, dan satu lagi Kang Agun Gunandjar," kata Maman.

"Keempat nama lainnya belum memenuhi syarat yaitu Pak Indra Bambang Utoyo, Pak Achmad Annama, Pak Aris Mandji, satu lagi Derek Laopatty," tambahnya.

Maman menjelaskan pencoretan empat nama tersebut.

Baca: Langkah Bamsoet Mundur dari Pencalonan Ketua Umum Golkar Dinilai Tepat, Ini Kata Pengamat Politik

Untuk Indra Bambang Utoyo, Maman mengatakan yang bersangkutan tidak memenuhi salah satu poin pernyataan apabila kalah dalam pemilihan ketua umum.

"Dari empat nama itu variatif ada beberapa permasalahan, ada beberapa prasyarat yang belum terpenuhi, yang pertama terkait Pak Bambang Utoyo memang dalam surat pernyataan yang harus dipenuhi oleh Pak Bambang Utoyo, ada poin kesepuluh terkait tidak mendirikan partai lain apabila kalah, memang Pak Bambang Utoyo memang tidak bersedia dan beliau memberikan beberapa alasan," ungkap Maman.

Baca: Theo L Sambuaga Pastikan Persaingan Airlangga dan Bamsoet Bukan Sandiwara

Sementara, Achmad Annama dicoret karena belum masuk kepengurusan Golkar selama beberapa tahun.

Halaman
1234
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved