KPK Ingatkan Staf Khusus Jokowi dan Ma'ruf Amin Soal Pelaporan Harta Kekayaan

KPK mengingatkan staf khusus (stafsus) Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan stafsus Wakil Presiden Maruf Amin untuk melaporkan harta kekayaannya.

KPK Ingatkan Staf Khusus Jokowi dan Ma'ruf Amin Soal Pelaporan Harta Kekayaan
KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan D
Juru Bicara KPK Febri Diansyah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan staf khusus (stafsus) Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan stafsus Wakil Presiden Maruf Amin untuk melaporkan harta kekayaannya.

Para stafsus Jokowi dan Maruf Amin wajib menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) mereka kepada KPK paling lama tiga bulan setelah dilantik.

"KPK menunggu pelaporan LHKPN dari para staf khusus, staf ahli baik di lingkungan Kepresidenan, Wakil Presiden ataupun Kementerian yang jabatannya setara Eselon I atau terdapat aturan khusus di Kementerian masing-masing tentang wajib lapor LHKPN," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (3/12/2019).

Baca: Munas Golkar Dihadiri 3.000 Peserta

Diketahui, Presiden Jokowi mengenalkan tujuh staf khususnya yang berasal dari kalangan milenial di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/11/2019) lalu.

Ketujuh staf khusus presiden tersebut, yakni, Adamas Belva Syah Devara, Putri Indahsari Tanjung, Andi Taufan Garuda Putra, Ayu Kartika Dewi, Billy Mambrasar, Angkie Yudistia, dan Aminuddin Maruf.

Sementara, Wakil Presiden Maruf Amin menunjuk delapan orang staf khusus.

Mereka yakni, Mohamad Nasir, sebagai Staf Khusus Wapres Bidang Reformasi Birokrasi; Satya Arinanto, membidangi masalah hukum; Sukriansyah S Latief, Staf Khusus Wapres Bidang Infrastruktur dan Investasi.

Baca: Heboh Cuitan Kubu Sebelah Stafsus Presiden Billy Mambrasar, Jokowi: Anak Muda, Terlalu Semangat

Nama lain yaitu Lukmanul Hakim, sebagai Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan; Muhammad Imam Aziz, sebagai Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan; Robikin Emhas, Staf Khusus Wapres Bidang Politik dan Hubungan Antarlembaga.

Dua nama berikutnya adalah Masduki Baidlowi, Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi serta Masykuri Abdillah, Staf Khusus Wapres Bidang Umum.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved