Anggota Komisi II DPR Nilai Isu-Isu soal ASN Meresahkan

Arwani Thomafi menyebut pelemparan wacana terkait aparatur sipil negara (ASN) cukup membuat resah publik.

Anggota Komisi II DPR Nilai Isu-Isu soal ASN Meresahkan
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI Arwani Thomafi menyebut pelemparan wacana terkait aparatur sipil negara (ASN) cukup membuat resah publik.

Pasalnya wacana ini dilempar tidak secara utuh, melainkan cuna sepotong-sepotong saja.

Arwani meminta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) mengambil alih isu yang beredar di publik dengan menyampaikannya secara komperhensif.

"Saya minta konsistensi fokus pemerintahan Jokowi periode kedua ini tidak terjebak pada isu-isu parsial. Ini isunya parsial seperti dicicil. Jadi saya minta Kemenpan RB ini betul-betul mampu menyampaikan ke publik," kata Arwani dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12/2019).

Baca: Rencana PNS Cuma Kerja 4 Hari, Jangan Hanya Jadi Kelinci Percobaan

Baca: Setelah Wacana Kerja dari Rumah, Kini PNS Diusulkan Bisa Libur Hari Jumat

Wacana soal ASN ini bermula saat Presiden Joko Widodo menyampaikan secara langsung dalam pidato perdananya di gedung MPR, Minggu (20/10) tentang penghapusan eselon III dan IV.

Lalu kemudian, menyusul wacana lain seperti penambahan hari libur hingga ASN cukup bekerja di rumah.

Politikus PPP ini menilai, semestinya wacana-wacana tersebut tidak dilempar ke publik jika masih mentah dan belum punya kajian matang.

Sebab menurutnya bisa saja kumpulan isu ini akan berdampak pada kinerja para ASN.

Mestinya pemerintah mendesain target pendek supaya jelas apa goals atau tujuan yang mau dicapai dengan kebijakan tersebut.

"Ini kalau tidak terselesaikan sebelumnya tidak melalui kajian atau uji publik, ini temen-temen di bawah juga resah. Keresahan temen-temen di bawah ini juga mempengaruhi kinerja mereka. Gebrakannya oke. Tapi saya minta Konsistensinya. Jangan hanya parsial jangan lalu mencicil satu persatu," pungkas Arwani.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved