Hukuman Mati Koruptor

Wacana Hukuman Mati bagi Koruptor, Jaksa Agung akan Berlakukan Jika Undang-Undang Sudah Direvisi

Jaksa Agung, ST Burhanuddin mengatakan akan melakukan hukuman mati bagi koruptor jika sudah ada undang-undangnya.

Wacana Hukuman Mati bagi Koruptor, Jaksa Agung akan Berlakukan Jika Undang-Undang Sudah Direvisi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Jaksa Agung ST Burhanuddin (kiri) bersama dengan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (kanan) memberikan keterangan usai melakukan pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (8/11/2019). Pertemuan Jaksa Agung dan KPK untuk membahas sinergi dalam pemberantasan korupsi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Jaksa Agung, ST Burhanuddin mengaku akan melakukan hukuman mati bagi koruptor jika undang-undangnya sudah ada.

"Ya undang-undangnya dulu lah," ujarnya dilansir melalui YouTube Official iNews, Minggu (15/12/2019).

Ketika ditanya apakah hukuman tersebut akan diterapkan setelah undang-undang direvisi, ST Burhanuddin menjawab iya. 

Sementara itu Waki Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan wacana hukuman mati bagi koruptor pelu diperdebatkan terlebih dahulu.

"Bisa diperdebatkan maksimal mungkin akan lebih baik," ungkapnya. 

Menurutnya hukuman mati bagi koruptor saja tidak cukup dan harus ada sistem yang dapat menyelesaikan permasalahan korupsi di Indonesia. 

"Tapi itu saja tidak cukup yang paling cukup apakah ada sistem apakah dapat menyelesaikan persoalan-persoalan itu secara filosofis, sosiologis dan yuridis formalnya, jadi tidak hanya soal-soal yuridis saja," tegas Wakil Ketua KPK. 

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Kompas TV)

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD menghendaki hukuman mati untuk koruptor dilakukan.

Menurutnya, jika hukuman mati untuk koruptor ingin direalisasikan.

Caranya dengan menyampaikan hal tersebut ke DPR selaku lembaga legislatif untuk dimasukkan ke dalam undang-undang.

Halaman
12
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Miftah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved