Komisioner KPU Terjaring OTT KPK

KPU Diminta Jaga kepercayaan Publik Pada Proses Pilkada 2020, Jangan Sampai Antipati

Wahyu Setiawan kini berstatus tersangka dalam kasus dugaan suap terkait penetapan anggota DPR terpilih periode 2019-2024.

KPU Diminta Jaga kepercayaan Publik Pada Proses Pilkada 2020, Jangan Sampai Antipati
Tribunnews.com/Lendy Ramadhan
Ferry Kurnia Rizkiyansyah 

‎Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Komisioner KPU periode 2012-2017 Ferry Kurnia turut menyoroti kasus yang menimpa komisioner KPU Wahyu Setiawan yang terjaring dalam OTT KPK pada Rabu (8/1/2020).

Wahyu Setiawan kini berstatus tersangka dalam kasus dugaan suap terkait penetapan anggota DPR terpilih periode 2019-2024. Wahyu telah mendekam di tahanan KPK dan mengundurkan diri dari komisioner KPU.

Pada seluruh komisioner KPU, ‎Ferry Kurnia berpesan agar Pilkada 2020 benar-benar dijaga. Jangan sampai publik antipati pada pesta demokrasi dan pada penyelenggara pemilu.

"Jaga Pilkada 2020, jangan publik jadi antipati. KPU juga harus pertahankan integritas, profesionalitas dan independensi," ujar Ferry Kurnia saat dihubungi, Selasa (14/1/2019).

Baca: Kader PDIP Harun Masiku Sudah Kabur ke Singapura Sejak 6 Januari

Hal ini menurutnya tidak hanya berlaku bagi KPU pusat tapi juga KPU provinsi, kabupaten dan kota. Pasalnya jelang pilkada, banyak orang yang hendak memperebutkan kekuasaan.

"Orang mau memperebutkan kekuasaan, mau punya jabatan. KPU sangat rentan dan harus dijaga betul. Dibantu oleh Bawaslu sebagai pengawas dan DKPP tampil terdepan," ujarnya.

Baca: KPK Geledah Kantor KPU Selama 8,5 Jam, Penyidik Bawa 3 Koper

‎Sementara itu untuk KPK, Ferry Kurnia mendorong KPK tuntas menyelesaikan kasus ini hingga ke akarnya jangan berhenti di tengah jalan.

Menurutnya moment ini bisa menjadi pintu untuk ‎membangun kepercayaan publik bagi KPK. Kembali dia berharap KPK tidak pandang bulu di kasus ini.

Terakhir untuk partai politik, Ferry Kurnia meminta partai memahami aturan main yang ada. Jangan memanfaatkan celah untuk kepentingan sesaat.

"Jangan sampai Indonesia jatuh di urusan indeks demokrasi, jangan terpuruk. Partai punya peran penting dalam rekrutmen politik supaya lebih baik," tambahnya.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved