Cegah Virus Corona, Istana Ingatkan Kemenkes Jangan Kecolongan

Menurut Moeldoko, Kemenkes telah melakukan pencegahan dengan menyiapkan timnya di setiap pintu masuk negara, baik di pelabuhan maupun bandara.

Cegah Virus Corona, Istana Ingatkan Kemenkes Jangan Kecolongan
Seno Tri Sulistiyono/Tribunnews.com
MOeldoko 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta Kementerian Kesehatan untuk melakukan pencegahan masuknya Virus Corona ke Indonesia.

"Kemarin saya sudah tanya ke Menkes, apa langkah-langkah kita untuk melakukan preventif, jangan sampai kecolongan gitu," ucap Moeldoko di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Menurut Moeldoko, Kemenkes telah melakukan pencegahan dengan menyiapkan timnya di setiap pintu masuk negara, baik di pelabuhan maupun bandara.

Baca: Cegah Penyebaran Virus Corona, Disney Shanghai Akan Ditutup Mulai Besok

"Dipintu masuk ada upaya untuk mendeteksi, yang paling penting adalah preventifnya," kata Moeldoko.

Sementara terkait adanya permintaan agar pemerintah menerbitkan travel warning ke negara China, Moeldoko mengaku sampai saat ini belum diputuskan.

Baca: Rawat Pasien Diduga Terinfeksi Virus Corona, RSPI Sulianto Saroso Pekerjakan Pokja Infeksi Khusus

"Belum ada, tapi untuk masyarakat Indonesia yang sudah ada di sana, pasti bisa antisipasi dengan baik," tutur Moeldoko.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencegah masuknya virus corona ke Indonesia, dengan menyiapkan termoscanner di 135 pintu keluar masuk negara Indonesia.

Baca: Pemerintah Cina Janji Beri Update Penanganan Virus Corona

"135 pintu negara baik udara, laut, maupun darat yang jaga petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan," kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes Anung Sugihantono, yang dikutip dalam laman seskab.go.id, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Diketahui, sejak 31 Desember 2019 sampai 5 Januari 2020, di Kota Wuhan, Cina, terdapat 59 kasus dengan gangguan pernapasan (pneumonia) dan dirawat di rumah sakit.

Baca: PM Singapura Nyatakan Siap Hadapi Virus Corona

Tujuh orang dalam kondisi kritis dan dua orang meninggal pada tanggal 16 dan 17 Januari 2020.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved