Virus Corona

Ditanya Jadi Ngantor di Natuna, Begini Jawaban Menkes Terawan

Usai kegiatan, Terawan kembali lagi ke ibukota bersama dengan Prabowo menggunakan pesawat TNI AU.

Ditanya Jadi Ngantor di Natuna, Begini Jawaban Menkes Terawan
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Kesehatan Terawan, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya TNI Yudo Margono di Lanut Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Rabu (5/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, NATUNA - Imbas dari observasi ratusan WNI dari Wuhan, China selama 14 hari di Natuna membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto berkantor di Natuna hingga observasi selesai.

Dalam tuntutan demo penolakan observasi di Natuna, warga juga menuntut Terawan untuk berkantor di Natuna. Lantas bagaimana realisasinya?

Hari ini, Rabu (5/2/2020)‎ siang Terawan dan Menteri Pertahanan Prabowo meninjau langsung hanggar lokasi observasi dan menyapa ratusan WNI disana.

Baca: Ratusan WNI dari Wuhan Bersorak-sorai Sambut Prabowo

Usai kegiatan, Terawan kembali lagi ke ibukota bersama dengan Prabowo menggunakan pesawat TNI AU.

Padahal besok Kamis (6/2/2020) Terawan bakal kembali lagi ke Natuna bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy.

Awak media sempat menanyakan langsung apakah Terawan memang benar berkantor di Natuna? Dia menjawab berkantor yang dimaksud tidak setiap saat berada di Natuna.

Baca: Menkes Terawan Ungkap Perasaannya Tangani Virus Corona, Mengaku Nyaman dan Tak Terbebani

"Ya ini kalau saya disini (Natuna) gimana ini? Kalau saya disini itu artinya ngantor. Kalau di kantor kan nggak duduk di belakang meja. Ya kadang-kadang saya harus pergi selesaikan. Kan saya menterinya seluruh rakyat Indonesia ya," ungkap Terawan di Natuna.

Meski tidak setiap hari berkantor di Natuna, Terawan menegaskan stafnya termasuk staf eselon berada di Natuna. Dia berjanji akan terus memantau setiap perkembangan para WNI.

Baca: Wabup Natuna Merasa Tak Dikoordinasi Soal Evakuasi WNI dari Wuhan, Mahfud MD Akui Ada Kesalahan

"‎Paling tidak seluruh staf saya, termasuk staf khusus ada eselon 1 saya semua ada disini. Sehingga saya bisa memantau dan saya juga akan disini kadang-kadang karena saya harus selesaikan pekerjaan di jakarta, di tempat lain," ungkapnya lagi.

Seperti diketahui kemarin, Selasa (4/2/2020)‎, Terawan harus menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR dan ratas bersama Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Baca: Apakah Wabah Virus Corona Bisa Melambat setelah Wuhan Dikarantina? Sejumlah Ahli Beri Penjelasan

"Kayak kemarin RDP ada ratas saya harus hadir. Jadi saya akan terus pantau dengan sangat ketat dan itu sesuai protokol," tambahnya.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved