Harun Masiku Buron KPK

Tim Investigasi Kemenkumham Masih Dalami Masalah Delay System Kedatangan Harun Masiku

Tim investigasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) masih mendalami masalah delay system di perlintasan Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta.

Tim Investigasi Kemenkumham Masih Dalami Masalah Delay System Kedatangan Harun Masiku
kolase tribunnews: kpu.go.id/kompasTV
Harun Masiku dan rekaman CCTV kedatangan Harun Masiku di Bandara Soekarno-Hatta 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim investigasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) masih mendalami masalah delay system di perlintasan Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta.

Perlintasan itu ditengarai menjadi pintu masuk eks caleg PDIP Harun Masiku yang masih menjadi buruan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Masih terus melakukan pendalaman terkait dengan terjadinya permasalahan delay system informasi itu," ujar Kepala Bagian Humas Kemenkumham Fitriyadi Agung Wibowo saat dimintai konfirmasi, Senin (10/2/2020).

Baca: Mantan Menteri SBY: Ironis, Anggaran Polri Sudah Besar tapi Belum Bisa Temukan Harun Masiku

Kata Fitriyadi, saat ini tim investigasi masih bekerja melacak keterlambatan waktu tersebut.

"Semua tim sekarang sedang dan terus bekerja mendalami. Target tim sampai semua bisa terungkap dengan sejelas-jelasnya dan pasti akan segera disampaikan," kata Fitriyadi.

Sebelumnya, Inspektorat Jendral Kemenkumham telah membentuk tim gabungan untuk mengungkap fakta masuknya Harun Masiku dari Singapura ke Indonesia.

Tim terdiri dari beberapa instansi.

Baca: Garap Kasus Suap Harun Masiku, KPK Telisik Proses Pencalonan Riezky Aprilia Dalam Pileg 2019

"Tim gabungan ini terdiri dari Inspektorat Jendral, Direktorat Siber Bareskrim, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kemenkominfo," kata Irjen Kemenkumham Jhoni Ginting di kantornya, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Harun merupakan tersangka kasus dugaan suap penetapan anggota DPR melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).

Halaman
123
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved