Nadiem Makarim Akui Belum Sentuh Kebijakan Peningkatan Kualitas Guru dan Kurikulum

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengakui dirinya belum menyentuh kebijakan soal peningkatan kualitas guru dan pembenahan kurikulum.

Nadiem Makarim Akui Belum Sentuh Kebijakan Peningkatan Kualitas Guru dan Kurikulum
Kemendikbud
Mendikbud Nadiem Makarim. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengakui dirinya belum menyentuh kebijakan soal peningkatan kualitas guru dan pembenahan kurikulum.

Saat ini Nadiem Makarim mengaku masih melakukan pembenahan terhadap ekosistem pendidikan melalui kebijakan Merdeka Belajar.

"Jadi kebijakan ini baru langkah pertama. Benar ada dua yang belum saya sentuh dari sisi kebijakan. Satu adalah mengenai peningkatan kualitas guru. Dan yang kedua peningkatan daripada kurikulum," ujar Nadiem Makarim di Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2020).

Baca: Menteri Nadiem Belum Temukan Instrumen Pencegahan Kekerasan Seksual di Dunia Pendidikan

Nadiem Makarim mengatakan pembenahan terhadap kedua aspek tersebut membutuhkan kajian yang matang.

Sehingga, pihaknya belum dapat mengeluarkan kebijakan strategis mengenai peningkatan kualitas guru dan kurikulum.

Meski begitu, Nadiem memastikan bahwa kedua aspek tersebut merupakan prioritas dirinya sejak menjabat sebagai Mendikbud.

Baca: Nadiem Izinkan 50 Persen Alokasi Dana BOS untuk Gaji Guru Honerer, Ini Syaratnya

"Kenapa saya belum menyentuh? Karena ini tidak bisa dilakukan selama 100 hari. Kami sudah mulai pemikiran ini dari sejak hari nol. Tapi kita harus benar-benar matang," kata Nadiem.

Seperti diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim merilis empat program pokok kebijakan pendidikan “Merdeka Belajar”.

Program tersebut meliputi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

Halaman
123
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved