Virus Corona

MUI soal Lockdown Cegah Virus Corona: Decision Maker-nya Pemerintah

"Soal di Indonesia memang harus serahkan sepenuhnya kepada pemerintah, kita hanya mengimbau," katanya

Reza Deni/Tribunnews.com
Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi di kantor pusat MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut langkah lockdown atau karantina di wilayah terkait virus corona jadi wewenang pemerintah pusat.

Namun, MUI mengingatkan kepada pemerintah agar tak hanya sebatas mengimbau masyarakat untuk tak panik dalam menghadapi penyebaran covid-19.

Baca: Jokowi Tolak Lockdown, DPR Tawarkan Solusi Lain

"Soal di Indonesia memang harus serahkan sepenuhnya kepada pemerintah, kita hanya mengimbau. Decision maker adalah pemerintah," kata Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi di kantor pusat MUI, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2020).

Muhyiddin menjelaskan soal fatwa yang disebarluaskan, ada tiga kelompok negara islam yang punya langkah sendiri dalam menangani covid-19.

"Yang pertama Iran, di mana mereka sudah memutuskan pembatalan salat jumat. Kedua Saudi Arabia dan negara teluk, mereka mempersingkat salat jumat yang biasanya setengah jam menjadi 10 menit dan memperluas jarak atau saf," lanjutnya.

Ketiga, Muhyiddin mengatakan, yakni negara tetangga Indonesia, yakni Malaysia dan Singapura.

"Malaysia akan melakukan lockdown, sementara Singapura sejak minggu lalu," pungkasnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada kepala daerah atau pemerintah daerah mengambil kebijakan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Menurut Presiden, kebijakan itu sepenuhnya ada di pemerintah pusat.

Halaman
12
Penulis: Reza Deni
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved