Breaking News:

Virus Corona

Alasan Pemerintah Pilih PSBB daripada Karantina Wilayah: Jangan Sampai Orang dan Ekonominya Mati

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memilih pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah penularan penyebaran virus corona.

Tribunnews.com/Taufik Ismail
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2020) 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memilih pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah penularan penyebaran virus corona.

Terkait dengan hal itu, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menjelaskan mengapa pemerintah memilih PSBB dibanding karantina wilayah dalam penanggulangan pandemi corona.

Moeldoko menegaskan, untuk saat ini yang lebih cocok diterapkan di Indonesia terkait penanganan corona adalah PSBB.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat melalui telekonference, Jumat (3/4/2020).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat melalui telekonference, Jumat (3/4/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Hal itu diungkapkan Moeldoko dalam sebuah tayangan yang diunggah di kanal YouTube Talk Show TVOne, Senin (6/4/2020).

"Karena begitu diberlakukan karantina, itu nanti negara dan bersama-sama pemerintah daerah memikirkan kebutuhan dasar manusia."

"Juga kebutuhan makan untuk hewan ternak, nah ini sebuah persoalan yang tidak mudah."

"Berikutnya, jangan sampai ada dua yang mati, orangnya mati tapi juga kegiatan ekonomi mati," jelas Moeldoko.

Moeldoko mengatakan, dalam situasi ini, orangnya harus diselamatkan dan kegiatan ekonomi harus berjalan dengan baik.

Ia menjelaskan, pendekatan yang digunakan dalam PSBB ini adalah soal pembatasan.

Dasarnya ada di Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan.

Baca: Alasan Polri Sasar Penyebar Hoax dan Penghina Penguasa Negara di Tengah Pandemi Corona

Baca: Usul Anies Baswedan Terapkan Status PSBB di Jakarta Disetujui Menkes Terawan, Ini Pertimbangannya

Halaman
12
Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved