Breaking News:

Komisioner KPU Terjaring OTT KPK

Bacakan Nota Pembelaan, Saeful Bahri Merasa Diperas Dalam Kasus Suap PAW Anggota DPR RI

Saeful Bahri, mengungkap upaya suap terhadap mantan Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan diberikan di bawah tekanan.

Tribunnews/JEPRIMA
Tersangka Saeful Bahri memasuki ruangan untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020). Saeful Bahri merupakan pihak swasta yang diperiksa terkait kasus dugaan korupsi penetapan pergantian antar waktu anggota DPR periode 2019-2024. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota PDI Perjuangan, Saeful Bahri, mengungkap upaya suap terhadap mantan Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan terkait permohonan Pergantian Antar Waktu Anggota DPR RI fraksi PDIP periode 2019-2024 diberikan di bawah tekanan.

Dia merasa tidak berdaya atas desakan Harun Masiku, anggota PDIP dan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang mempersulit permohonan DPP PDIP untuk melimpahkan perolehan suara dari Nazaruddin Kiemas kepada Harun Masiku.

Hal ini disampaikan pada saat Saeful membacakan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (14/5/2020).

Baca: Penyidik yang Tangani Kasus Harun Masiku Kembali ke KPK

Saeful Bahri membacakan nota pembelaan berjudul "Demokrasi Versus Politik Hukum KPU".

Saeful Bahri meminta bantuan Agustiani Tio Fridelina, anggota PDIP, untuk melakukan lobi-lobi dengan Wahyu Setiawan, Komisioner KPU.

Melalui Agustiani Tio, dia memberikan tawaran uang senilai Rp 750 Juta, di mana tujuh anggota termasuk ketua KPU RI masing-masing mendapatkan Rp 100 juta dan sisanya Rp 50 juta untuk Tio.

"Angka yang menurut saya masih berada dalam tingkatan yang wajar sebagai hadiah ucapan terima kasih," kata Saeful Bahri, saat membacakan nota pembelaaan.

Baca: Harun Masiku Tidak Terlacak, Benarkah Meninggal Dunia? Polri : Kami Masih Lakukan Pencarian

Pada saat Saeful Bahri menawarkan Rp 750 juta, kata dia, Wahyu Setiawan meminta dana Rp 1 Miliar.

Jika dikaitkan dengan perkara ini berdasarkan bukti, saksi dan fakta-fakta persidangan telah diketahui munculnya dana operasional Rp 1 miliar itu, kata Saeful, atas dasar permintaan Wahyu Setiawan.

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved