Breaking News:

Ada Isu Satwa di Kebun Binatang Kehabisan Pakan, Ini Penjelasan Kementerian Lingkungan Hidup

Pihak kementerian menegaskan tidak ada kebun binatang yang mengorbankan satwa koleksinya untuk dijadikan pakan satwa lain.

KOMPAS.COM/AGIE PERMADI
Rusa di Kebun Binatang Bandung 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 bukan saja pada manusia tetapi juga kehidupan satwa, khususnya satwa di lembaga konservasi (LK) umum antara lain Kebun Binatang, Taman Satwa, Taman Satwa Khusus, dan Taman Safari.

“Tentang satwa, karena dia milik negara yang kami titipkan kepada LK, maka sudah diantisipasi  sejak awal  terkait masalah Covid-19, yaitu pada sisi kecukupan kesediaan pakan satwa. Selain itu  antisipasi  dan dengan identifikasi yang  mendalam, kalau-kalau atau kita khawatirkan virus Covid-19 dapat menular kepada satwa liar,” ujar Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar dalam keterangan pers tertulis, Sabtu (16/5/2020).  

Menteri Siti mengatakan, yang berkembang sekarang soal manajemen LK, yakni berkenaan dengan kemampuan  manajemen untuk  memelihara  satwa  karena LK tutup dan sudah tidak menerima kunjungan bahkan sejak awal beriringan dengan penutupan Taman Nasional dan kawasan wisata alam.

“Untuk masalah pakan satwa ada subsidi  pakan sebagaimana perintah re-focussing program dan anggaran.  Itu yang dikelola Dirjen KSDAE dan sudah berjalan,” katanya. 

Satu lagi yang  sedang dibantu Sekjen adalah stimulus ekonomi seperti keringanan pajak, keringanan waktu bayaran cicilan dan lain-lain.

“Bagian ini menjadi otoritas lembaga yang lain seperti  Kemenko Perekonomian dan Kemenkeu,  dan lain-lain. Yang kami lakukan ialah mengusulkan dan  sudah bersama  ikut membahas bersama Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian ,” kata Siti Nurbaya.  

Dijelaskan Menteri Siti, sejak awal kebijakan distancing,  pihaknya mengantisipasi soal pakan satwa, karena satwa milik negara yang harus dijaga.

“Biasanya kebun binatang mendapat dukungan pakan dari pengunjung  atau dari buah-buah afkir di toko-toko.  Ada kerja sama tentang  hal seperti itu.  Tapi ketika mulai ada blokade wilayah mikro PSBB di kecamatan atau desa jadi sedikit terkendala,  tapi  teman-teman di UPT bisa atasi bersama Pemda. Dalam APBN sendiri sudah disiapkan dukungan  cadangan pakan nya,” katanya .  

Menteri Siti juga menjelaskan, satwa di lembaga konservasi tetap dipelihara meskipun telah ditutup untuk menghindari penyebaran virus Covid-19 di tempat keramaian.

Pemberian pakan dan pemeriksaan kesehatan tetap dilakukan untuk menjamin kesejahteraan satwa di Lembaga Konservasi. 

Halaman
12
Penulis: Johnson Simanjuntak
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved