Sabtu, 30 Agustus 2025

Virus Corona

Politikus PKS sebut Ada 4 Hal Implementasi Nilai-nilai Pancasila di Tengah Pandemi Covid-19

Menurut Anggota DPR RI fraksi PKS Mardani Ali Sera, ada empat hal dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila

KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hari Lahir Pancasila yang dirayakan di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 harus menjadi momentum untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila secara sungguh-sungguh dan konsekuen.

Menurut Anggota DPR RI fraksi PKS Mardani Ali Sera, ada empat hal dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.

Baca: AMPHURI Nilai Pembatalan Haji 2020 Jalan Terbaik

Pertama, semua pihak harus optimis bahwa bangsa Indonesia mampu melewati pandemi ini.

"Kalau dalam al-Qur'an disebutkan inna ma al usri yusra, yang artinya sesudah kesulitan pasti ada kemudahan," kata Mardani dalam diskusi virtual bertajuk 'Aktualisasi Pancasila di Tengah Pandemi Covid-19', Selasa (2/6/2020).

"Kita sedang diuji, dengan keyakinan Ketuhanan Yang Maha Esa maka kita akan optimis, tidak ada pikiran pesimis," ujarnya.

Kedua kerja keras.

Menurut Mardani, pandemi Covid-19 seharusnya tidak membuat kerja terhenti, termasuk dalam hal pemerintahan.

"Pak Jokowi luar biasa, Mas Ganjar luar biasa, Bu Khofifah luar biasa, Pak Ridwan Kamil luar biasa, terus bekerja turun ke bawah. Kami di DPR juga kami lagi reses, ini kita Komisi II sedang bekerja menyusun Undang-undang Pemilu," ucap Mardani.

Ketiga solidaritas sosial. Ia mengatakan semua pihak saling tolong menolong di saat pandemi virus Corona.

Keempat, agama sebagai landasan moral.

Baca: Pria Mabuk Bawa Pedang Mengamuk di Pasar Hewan Desa Gadungan, Tantang Pengunjung Kelahi

Mardani bersyukur para pemuka agama tidak ditinggalkan oleh umat saat wabah Covid-19 melanda di Indonesia.

"Tentu kita bersyukur bahwa para ulama tidak ditinggal, para imam tidak ditinggal, para biksu, para pemuka agama karena merekalah sebenarnya pemegang umat," pungkasnya.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan