Breaking News:

Virus Corona

Masyarakat Diminta Tak Persoalkan Jenazah Covid-19 yang Tak Dimandikan

Hanifurrohman mengatakan dalam kondisi darurat dan sesuai keputusan Majelis Ulama Islam (MUI) maka jenazah pasien Covid-19 termasuk jenazah syahid.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan menunjukan peti mati dengan menggunakan APD di depan Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta, Kamis (21/5/2020). Kegiatan tersebut untuk menyosialisasikan pencegahan penyebaran COVID-19 yang dapat menyebabkan kematian. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat diminta tak mempersoalkan jenazah pasien Covid-19 yang tak dimandikan sesuai ketentuan protokol pemulasaran jenazah.

Hal ini diungkapkan pejuang pemulasaran jenazah Covid-19 dari RSIJ Sukapura/Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) H. Muh. Hanifurrohman, Jumat (12/6/2020).

Hanifurrohman mengatakan dalam kondisi darurat dan sesuai keputusan Majelis Ulama Islam (MUI) maka jenazah pasien Covid-19 termasuk jenazah syahid.

"Dalam kondisi darurat sesuai dengan keputusan MUI bahwa jenazah beragama Islam maka disebut dia sebagai jenazah syahid," ujar Hanifurrohman dalam konferensi pers 'Cerita, Derita, dan Asa Para Pejuang Covid-19' di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Jumat (12/6/2020).

"Jadi tidak perlu dimandikan, cukup ditayamumkan dengan baju yang ada, kemudian masuk ke kantong jenazah. Setelah tahapan-tahapan itu lalu kita semprot dengan disinfektan," imbuhnya.

Baca: Jenazah yang Diangkut Paksa Warga di RS Mekarsari Bekasi Ternyata Negatif Corona

Hanifurrohman mengimbau masyarakat untuk tak khawatir menghadapi polemik tak dimandikannya jenazah pasien Covid-19.

Menurutnya pemulasaran jenazah di rumah sakit-rumah sakit sudah dilakukan secara syarii.

Sehingga masyarakat diminta tidak berusaha mengambil jenazah pasien Covid-19 seperti yang terjadi di beberapa daerah.

"Masyarakat kami harapkan tidak perlu khawatir lagi. Apalagi yang kukuh ingin diambil lagi, ingin dimandikan sendiri, seakan-akan kalau dimandikan di rumah sakit tidak sah. Tapi Insya Allah karena dalam kondisi darurat, maka sah secara syar'i. Saya harapkan masyarakat tidak perlu cemas dan khawatir," ungkapnya.

Hanifurrohman juga menegaskan bahwa para pejuang pemulasaran jenazah akan berusaha semaksimal dan sebaik-baiknya sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

Baca: Cerita Dokter Mengurus Jenazah Korban Corona, Cairan Tubuh Jangan Sampai Merembes Keluar

Masyarakat juga diminta menerima dengan lapang dada dimana jenazah pasien Covid-19 akan dimakamkan. Karena menurutnya itu sudah ditakdirkan.

"Bapak Ibu sekalian bahwa sakit dan penyakit itu ditakdirkan Allah SWT. Dimana dia akan dikubur sudah ditakdirkan oleh Allah SWT. Maka tentunya masyarakat tidak perlu khawatir dan cemas," kata dia.

"Kami sudah melaksanakan Insya Allah penanganan pemulasaran sebaik-baiknya, terutama dengan Dinas Pemakaman. Dan memang harus terpisah pemakaman ini untuk kemaslahatan umat, sehingga masyarakat yang lain tidak tertular meminimalisir penyebaran Covid-19 ini," tandasnya

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved