Breaking News:

Perludem: Hapus Presidential Threshold untuk Cegah Oligarki

Perludem menilai ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold perlu dihapus untuk menghindari terciptanya oligarki.

Rina Ayu/Tribunnews.com
Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraeni, ditemui dalam sebuah diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (15/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menilai ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold perlu dihapus untuk menghindari terciptanya oligarki.

"Saya meyakini ambang batas pencalonan presiden itu akan memicu oligarki, memperlemah partai politik, mempersulit upaya kita mewujudkan partai yang demokratis," ujar Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini dalam diskusi virtual bertema Ambang Batas Pilpres dan Kuasa Oligarki, Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Menurut Titi, adanya pembatasan pencalonan presiden membuat proses Pemilu menjadi jauh dari berbasis gagasan dan mempersempit partisipasi perempuan di dunia politik.

Baca: Masuki New Normal, Proteksi Kesehatan terhadap Tenaga Medis Harus Ditingkatkan

"Kemudian terdapat potensi terjadinya politik transaksional dan politik pragmatis itu semakin kuat," ujar Titi.

Karena itu, Titi menyebut jika ingin Pemilu diikuti kader maupun putra-putri terbaik bangsa, ambang batas pencalonan presiden harus diapus.

"Dengan demikian setidaknya satu pintu untuk mengatasi oligarki itu sudah bisa kita miliki, serta menghindari terbuangnya suara sah dari pemilih," ujar Titi.

Baca: 4 Tahun Kasus Kopi Sianida Berlalu, Jessica Wongso Dikabarkan Jadi Pendiam dan Suka Mengurung Diri

Saat ini, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyiapkan Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) dalam menghadapi hajatan rakyat Indonesia yang berlangsung lima tahun sekali.

Satu satu yang akan dibahas yakni besaran ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Mayoritas partai politik di parlemen mengusulkan ambang batas pencalonan presiden diturunkan, agar memunculkan lebih dari dua pasangan calon.

Halaman
12
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved