Breaking News:

Anggota TNI Tewas Ditusuk

Puspomad Periksa 9 Saksi dan Amankan 1 Butir Proyektil Terkait Kasus Penusukan Babinsa di Tambora

uspomad) telah mengumpulkan keterangan dari 9 orang saksi, terkait terkait kasus penusukan yang menyebabkan tewasnya anggota TNI AD Serda RH Saputra.

Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi Jenazah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) telah mengumpulkan keterangan dari 9 orang saksi, terkait terkait kasus penusukan yang menyebabkan tewasnya anggota TNI AD Serda RH Saputra.

Diketahui prajurit yang bertugas sebagai Babinsa Tambora dari Kodim 0503/Jakarta Barat tersebut menjadi korban penusukan, Senin (22/6/2020) dini hari.

Bukan hanya saksi yang diperiksa, Puspomad pun memeriksa satu butir proyektil peluru jenis pistol dan rekaman CCTV terkait kasus tersebut.

Baca: Anggota TNI AD Tewas Ditusuk di Tambora, KSAD: Proses Hukum Sampai Tuntas

Dirbinidik Puspomad Kolonel Cpm Kemas A Yani mengatakan sembilan orang saksi yang telah diperiksa antara lain empat orang petugas keamanan hotel dan lima anggota Yonarhanud-10 Kodam Jaya BKO Kodim 0503/JB yang merupakan anggota Satgas Pengamanan Covid-19.

Ia juga membenarkan telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain terhadap anggota TNI AD atas nama Serda RH Saputra yang diduga dilakukan oknum Anggota TNI, pada 22 Juni 2020 sekira pukul 02.40 WIB di sebuah hotel di Jakarta Barat.

Setelah kejadian tersebut Danpomdam Jaya Kolonel Cpm Rahmat Sapari menerima pemberitahuan dari Dirintelkam Polda Metro Jaya dan segera memerintahkan anggota Pomdam Jaya melakukan langkah-langkah dengan mendatangi tempat kejadian perkara.

Baca: Kadispenal Benarkan Terduga Pelaku Penusukan Babinsa di Tambora Anggota Marinir TNI AL

Hal itu disampaikan Kemas saat press conference terkait meninggalnya anggota TNI AD Serda RH Saputra Babinsa Tambora dari Kodim 0503/Jakarta Barat di Mabes TNI AD Jakarta Pusat , Kamis (25/6/2020).

"Saksi-saksi sejumlah sembilan orang terdiri empat orang saksi sipil security hotel dan lima anggota Yonarhanud-10 Kodam Jaya BKO Kodim 0503/JB, PAM Covid-19 serta mengamankan barang bukti berupa satu butir proyektil peluru jenis pistol, rekaman CCTV, dan beberapa barang bukti terkait dengan pengerusakan,” kata Kemas dalam keterangan resmi Dinas Penerangan Angkatan Darat, Kamis (25/6/2020).

Kemas mengatakan dari hasil olah TKP, keterangan para saksi, bukti rekaman CCTV dan lain-lain, pelaku diduga oknum anggota TNI AL atas nama Letda Marinir RW.

Baca: Dandim Jelaskan Kronologi Tewasnya Anggota TNI di Tambora: Bukan Ditembak Tapi Ditusuk

Halaman
12
Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved