Breaking News:

Kinerja Menteri Jokowi

Jokowi Ancam Reshuffle, Ini Daftar Menteri yang Layak Diganti Versi Pengamat dan Hasil Survei

Setidaknya ada lima nama menteri yang dianggap layak diganti karena memiliki kinerja buruk.

YouTube Sekretariat Presiden
Jokowi marahi para menteri di Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Kamis (18/6/2020). 

"Yang paling bagus Gerindra ada Pak Prabowo dan paling tidak bagus Gerindra Pak Edhy Prabowo," kata Direktur Eksekutif ASI, Ali Rif'an.

Fachrul Razi juga ikut masuk dalam daftar menteri dengan tingkat kepuasan terendah versi ASI.

Hanya 23,8 persen responden yang puasa dengan kinerja Menteri Agama dan 24 persen mengaku tidak puas, sedangkan sisanya 22 persen tidak tahu.

Di urutan ketiga, ada nama Luhut Binsar Panjaitan sebagai menteri dengan kinerja tidak memuaskan.

Hanya 26,1 persen responden yang puas dengan kinerja Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Sisanya, 53 persen mengaku tidak puas dan 21 persen responden tidak tahu.

Lagi-lagi Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly kembali masuk dalam daftar menteri yang kinerjanya buruk.

Tingkat kepuasan responden pada kinerja Yasonna Laoly hanya 27,1 persen.

Sementara 52 persen lainnya mengaku tidak puas dengan kinerja politisi PDIP tersebut.

Di posisi terakhir, ada Menteri Kesehatan, dr Terawan yang masuk daftar menteri yang kinerjanya buruk.

Baru pertama menjadi menteri, kinerja dr Terawan dinilai tidak terlalu memuaskan bagi responden survei ASI.

Sebanyak 27,5 persen responden puas dengan kinerja Menteri Kesehatan. sedangkan 57 persen tidak puas.

Selama pandemi Covid-19, kinerja dr Terawan paling banyak disorot.

Sejumlah elemen masyarakat sipil mengkritik gaya dr Terawan dalam menangani Covid-19.

Mereka menilai, dr Terawan terlalu santai dan menggampangkan masalah.

Mereka pun meminta Terawan mundur dari jabatannya.

Versi Pengamat

Ujang Komarudin
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komaruddin (ISTIMEWA)

Sementara itu, menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komaruddin ada sejumlah menteri yang disorot Jokowi karena tak bekerja secara maksimal.

Menurut Ujang, sejumlah menteri yang disinggung yakni Menteri Kesehatan dr Terawan Agus, Menteri Sosial Juliari Batubara, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, Menteri Hukum dan HAM Yassona Laoly dan sederet menteri dibidang ekonomi.

"(Peluang di-reshuffle,re) Menkes, Mensos, Menaker, Menkumham, dan menteri tim ekonomi," kata Ujang.

Menkes Terawan, kata Ujang, dinilai tak menjalankan instruksi Jokowi soal belanja anggaran Kemenkes.

Bahkan, Jokowi menyebut, belanja sektor kesehatan baru 1,53 persen dari Rp 75 triliun.

Ujang mengatakan, Mensos Juliari tak bisa mengendalikan pendistribusian bantuan sosial (bansos) Presiden kepada masyarakat.

Lalu, Menaker Ida Fauziah yang tak bisa mengendalikan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menkumham Yasonna yang terus menimbulkan kontroversi di masyarakat.

"(Yasonna,red) Sudah tahu sendiri banyak kontroversi. Tapi masih aman karena partai," ucap Ujang.

Sedangkan, tim menteri ekonomi di kabinet dinilai tak siap menghadapi krisis akibat pandemi ini.

"Tim menteri ekonomi itu kan tak siap dalam menghadapi Corona. Akhirnya kedodoran," jelasnya.

(Tribunnews.com/Sri Juliati/Fransiskus Adhiyuda Prasetia)

Penulis: Sri Juliati
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved