Breaking News:

Tanoto Foundation Inisiasi Program Pintar Penggerak Sejak Lama

Tanoto Foundation dipilih oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menjadi salah satu pelaksana Program Organisasi Penggerak (POP

Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO.
Tanoto Foundation melalui Program Pintar bersama dengan Universitas Mulawarman dan IAIN Samarinda menggelar lokakarya provinsi “Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kolaborasi Guru – Dosen” 3 di Kota Samarinda pada tanggal 23—25 November, 2019 di Hotel Harris jalan Untung Surapati Kota Samarinda Kalimantan Timur. Sekolah mitra Unmul dan IAIN turut hadir dalam lokakarya ini. Acara ini dihadiri oleh 20 peserta dosen, guru, dan pengawas. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tanoto Foundation adalah organisasi filantropi independen yang bekerja sama dengan pemerintah dan mitra lainnya dalam memajukan bidang pendidikan di Indonesia sejak 1981.

Demikian dikemukakan Communications Director Tanoto Foundation, Haviez Gautama dalam keterangannya, Rabu (22/8/2020).

"Tanoto Foundation bukan CSR karena tidak menggunakan dana operasional perusahaan dan dikelola secara independen dan terpisah dari kegiatan bisnis," kata Haviez.

Penjelasan Haviez untuk menjawab pertanyaan Pimpinan Komisi X DPR RI yang mempertanyakan masuknya Tanoto Foundation sebagai mitra Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dalam Program Organisasi Penggerak.

Baca: Kemendikbud: Pandemi Covid-19 Tidak Menggoyahkan Upaya Membangun SDM Unggul

Menurut Haviez, Tanoto Foundation dipilih oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menjadi salah satu pelaksana Program Organisasi Penggerak (POP).

"Tanoto Foundation tidak menerima dana dari pemerintah dan sepenuhnya membiayai sendiri Program PINTAR Penggerak ini dengan nilai investasi lebih dari Rp 50 miliar untuk periode dua tahun (2020-2022)," ujar Haviez.

Menurut dia, proses seleksi dilakukan terhadap 324 proposal dari 260 Ormas, di mana terpilih 183 proposal dari 156 ormas.

Melalui Program Pintar Penggerak, Haviez mengatakan Tanoto Foundation akan bekerja untuk mengembangkan kapasitas tenaga pengajar di 260 Sekolah Penggerak (160 Sekolah Dasar dan 100 Sekolah Menengah Pertama) rintisan di empat kabupaten, yakni Kampar (Riau), Muaro Jambi (Jambi), Tegal (Jawa Tengah) dan Kutai Barat (Kalimantan Timur).

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved