Breaking News:

Pembobol BNI Ditangkap

Maria Pauline Lumowa Ajukan 40 Slip L/C Fiktif Untuk 8 Perusahaan

Pemeriksaan tersangka pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru, Maria Pauline Lumowa alias MPL kembali berlanjut.

Tribunnews/Jeprima
Buronan pembobol kredit Bank BNI sebesar 1,2 triliun, Maria Pauline Lumowa saat dibawa menuju ke Ruang VIP Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) usai ditangkap setelah 17 tahun menjadi buron terkait kasus pembobolan kredit Bank BNI sebesar 1,2 triliun. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemeriksaan tersangka pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru, Maria Pauline Lumowa alias MPL kembali berlanjut.

Salah satunya memeriksa seorang komplotan Maria Lumowa yang kini telah menjadi terpidana, Richard Kountol.

Dari hasil pemeriksaan, didapatkan Richard mengaku pernah menandatangani sejumlah dokumen untuk Maria Lumowa.

Dokumen itu ditandatanganinya pada 2003 lalu.

"Dari hasil sementara penyidikan, didapatkan bahwa saksi atas nama RK selaku direktur PT MT telah menandatangani sejumlah dokumen untuk MPL," kata Karo Penmas Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Baca: Diperiksa Soal Maria Lumowa, Andrian Herling Tolak Disumpah BAP oleh Penyidik

Berdasarkan keterangan RK, perusahaan yang dipimpin Maria Lumowa itu mencairkan dana Letter of Credit (L/C) sebesar 4,8 juta euro.

Dana itu dipindahkan menjadi pecahan uang USD atas perintah Maria Lumowa.

"Pada 13 juli 2003, PT MT mencairkan L/C sebesar 4,8 juta EU. Dikonversikan ke USD dan mentransferkan ke 2 perusahaan yaitu PT APB dan PT OMI atas perintah MPL selaku pemilik perusahaan," jelasnya.

Dalam pemeriksaan itu, diketahui pula Maria Lumowa memiliki peran sentral dalam memimpin perusahaan induk grup Gramindo.

Baca: Polri Ajukan Perpanjangan Penahanan Maria Lumowa Selama 40 Hari kepada Kejati Jakarta

Perusahaan itu diketahui menaungi 8 perusahaan di bawahnya.

Halaman
123
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved