Breaking News:

Pembobol BNI Ditangkap

Diperiksa Soal Maria Lumowa, Andrian Herling Tolak Disumpah BAP oleh Penyidik

MPL dan AHW merupakan bagian dari komplotan kasus yang sama saat membobol bank BNI Kantor Cabang Kebayoran Baru dengan Letter Of Credit yang dilampiri

DOK. Kemenkumham untuk KompasTV
Maria Pauline Lumowa membobol BNI hingga Rp 1,7 triliun. Setelah menjadi buron selama 17 tahun, ia akhirnya ditangkap. Begini kronologi kasusnya. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri memeriksa terpidana pembobol bank BNI sebesar Rp 1,7 triliun Andrian Herling Woworuntu (AHW).

Hal ini untuk pengembangan kasus tersangka Maria Pauline Lumowa (MPL).

Diketahui, MPL dan AHW merupakan bagian dari komplotan kasus yang sama saat membobol bank BNI Kantor Cabang Kebayoran Baru dengan Letter Of Credit yang dilampiri dokumen ekspor fiktif.

AHW telah divonis penjara seumur hidup pada 2005 lalu.

"Pada hari Kamis tanggal 23 Juli 2020 kemarin bertempat di pondok Rajeg, Cibinong, penyidik direktorat pidana ekonomi khusus bareskrim polri telah melakukan pemeriksaan terhadap narapidana atas nama AHW sebagai saksi pada kasus korupsi dan TPPU dengan tersangka MPL" kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (24/7/2020).

Baca: Polri Ajukan Perpanjangan Penahanan Maria Lumowa Selama 40 Hari kepada Kejati Jakarta

Dalam pemeriksaan itu, penyidik menanyakan sebanyak 30 pertanyaan kepada AHW.

Namun saat itu, AHW enggan disumpah Berita Acara Pidana (BAP) karena ingin menghadiri langsung persidangan MPL.

"Dalam pemeriksaan tersebut penyidik telah mengajukan beberapa pertanyaan sebanyak 30 pertanyaan. Namun saksi AHW tidak mau disumpah karena yang bersangkutan ingin hadir langsung nantinya dalam persidangan kasus MPL untuk melakukan perlawanan," jelasnya.

Lebih lanjut, Ahmad mengatakan keterangan AHW dinilai penting lantaran terpidana bersama dengan Maria Lumowa membobol bank BNI

"Keterangan dari saksi atas nama AHW oleh penyidik dianggap menguatkan karena dua-duanya berbuat yang sama. Menguatkan penjelasan yang diberikan pada saat yang bersangkutan sebagai tersangka atau terdakwa pada kasus yang sama," pungkasnya.

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved