Breaking News:

Kasus Djoko Tjandra

Polri Belum Putuskan Jadwal Sidang KKEP untuk Irjen Napoleon dan Brigjen Nugroho

Keduanya dicopot dari jabatannya karena tersandung kasus dugaan penghapusan red notice terpidana korupsi Djoko Tjandra.

Istimewa
Irjen Pol Drs. Napoleon Bonaparte MSi, Kadiv Hubinter Polri 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian RI akan mengenakan sanksi Kode Etik Profesi Polri (KEPP) kepada mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan mantan Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Nugroho Slamet Wibowo.

Sebagaimana diketahui, keduanya dicopot dari jabatannya karena tersandung kasus dugaan penghapusan red notice terpidana korupsi Djoko Tjandra.

Karo Penmas Humas Polri, Brigjen Polisi Awi Setiyono mengatakan pihaknya belum mengatur jadwal sidang KKEP untuk kedua perwira tinggi polri tersebut.

Adapun, kata dia, Irjen Napoleon dan Brigjen Nugroho dipastikan akan dikenakan pelanggaran disiplin

"Mereka berdua masih dikenakan pelanggaran KEPP. Belum di sidang. Nanti kalau sidang akan di update ya," kata Awi saat dihubungi, Senin (3/8/2020).

Baca: Terkait Kasus Djoko Tjandra, Polri Didesak Periksa Suami Jaksa Pinangki yang Berpangkat Kombes

Sementara itu, Kabareskrim Polri Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya juga belum bisa memastikan jadwal sidang KKEP dari keduanya.

Sebaliknya, pemeriksaan yang dilakukan Bareskrim hanya fokus apabila ada tindak pidana dalam kasus tersebut.

"Kalau sidang KKEP tanyakan ke Kadiv Propam saja. Kami proses pidananya," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Markas besar kepolisian RI (Mabes Polri) membantah pihaknya menghapus red notice terhadap buronan korupsi Djoko Tjandra.

Penghapusan red notice tersebut diklaim dilakukan oleh interpol di Lyon Perancis.

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved