Senin, 13 April 2026

Jakob Oetama Meninggal Dunia

Kepergian Jakob Oetama Bukan Hanya Kehilangan bagi Kompas Gramedia tapi Juga Dunia Pers Indonesia

Mendiang meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading pada pukul 13:05 WIB dalam usia 88 tahun.

TRIBUN/DANY PERMANA
Pendiri Kompas-Gramedia Jakob Oetama menghadiri Syukuran KG 2015 di Gedung Kompas-Gramedia, Palmerah, Jakarta, Kamis (22/1/2015). Dalam Syukuran KG tahun ini digelar pasar rakyat dan hiburan musik. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pendiri Kompas Gramedia sekaligus Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama tutup usia pada Rabu (9/9/2020).

Mendiang meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading pada pukul 13:05 WIB dalam usia 88 tahun.

Direktur Komunikasi Kompas Gramedia, Rusdi Amral mengonfirmasi kabar meninggalnya Jakob Oetama pada siang ini.

"Pak Jakob meninggal pukul 13.05. Sebelumnya sudah mengalami koma, sejak hari Minggu sore. Rupanya Allah lebih senang memanggil Beliau," kata Rusdi.

Baca: Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama Tutup Usia

Rusdi mengatakan, keluarga Jakob Oetama sudah sangat ikhlas melepas kepergian almarhum. "Keluarga juga berterima kasih untuk doa, empati dan simpati dari masyarakat Indonesia terutama karyawan Kompas Gramedia yang memberi doa pada bapak dan itu kekuatan bagi keluarga," katanya.

Rencananya, usai dimandikan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, jenazah almarhum akan disemayamkan di kantor Kompas, Jalan Palmerah Selatan Nomor 21 Jakarta.

Menurut Rusdi, sebagai pemegang gelar kehormatan Bintang Mahaputera Utama, jenazah Jakob Oetama rencananya akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Kamis besok.

Meski disemayamkan terlebih dahulu di Gedung Kompas Gramedia, Rusdi mengatakan, pihak keluarga meminta agar semua relasi almarhum, baik karyawan Kompas Gramedia maupun purna karyawan cukup mendoakan almarhum.

"Pihak keluarga menghargai relasi Bapak dan karyawan, cukup dengan mendoakan saja. Sekarang juga lagi pandemi yang berpeluang memberi risiko penularan. Doa yang diberikan sudah terbaik buat bapak. Tidak perlu meluapkan dengan emosi tapi cukup dengan memberikan doa terbaik," kata Rusdi.

Baca: Jakob Oetama Tutup Usia, Mabes Polri: Indonesia Kehilangan Tokoh Terbaik Pers

Rusdi mengungkapkan, kepergian Jakob Oetama bukan hanya kehilangan bagi Kompas Gramedia, tapi dunia pers Indonesia.

"Memang hari ini adalah hari bersejarah buat kami, juga pers Indonesia. Hari ini berpulang tokoh pers Indonesia. Walau mengembangkan banyak usaha, almarhum tak pernah meninggalkan identitas sebagai wartawan, dengan nilai kejujuran, integritas, humanime. Saya kira pers Indonesia kehilangan tokoh legenda dari nilai yang diwariskan. Juga tentu idealismenya yang disebarkan pada kita. Tentu nilai yang disebar itu tidak akan mati, akan dihidupkan kita semua," katanya.

Terkait meninggalnya Jakob Oetama, Direktur RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Ronald Reagan menyampaikan, pada awal dirawat di rumah sakit, kondisi Jakob Oetama memang sudah kritis.

"Pada awal masuk memang kondisinya kritis, lemah, dan saat itu sudah segala macam perawatan yang maksimal kita lakukan. Selama perawatan sempat cukup baik responnya. tapi memang dengan berbagai faktor yang ada, salah satunya usia yang sudah cukup sepuh, dan faktor lain, akhirnya kondisinya memburuk," kata Ronald.

Sementara menurut dokter yang merawat Jakob Oetama, dr Felix Prabowo Salim mengatakan, almarhum mengalami gangguan multi organ.

Felix mengatakan,s selama dirawat, Jakob Oetama sempat membaik kondisinya, namun karena berbagai faktor, kondisi kesehatannya menurun hingga akhirnya meninggal dunia pada hari ini.

Sumber: KOMPAS
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved