Virus Corona
Gubernur Anies: Pakai Masker Memang Tidak Nyaman, Tapi Jauh Lebih Tidak Nyaman Kena Covid
Anies memaklumi sebagian masyarakat merasa tidak nyaman menggunakan masker, terutama pekerja lapangan, tapi jauh tidak nyaman jika terpapar Covid-19.
Penulis:
Igman Ibrahim
Editor:
Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memberikan imbauan kepada masyarakat, pentingnya menggunakan masker di tengah pandemi Covid-19.
Apalagi, Jakarta akan memasuki kembali pengetatan PSBB pada pekan depan.
Anies memaklumi sebagian masyarakat merasa menggunakan masker tidak nyaman.
Apalagi, para pekerja lapangan yang bekerja tidak di ruangan yang terdapat pendingin ruangan.
"Kita tahu bahwa menggunakan masker itu tidak nyaman dan saya rasa itu perlu disampaikan kepada publik karena ruangan ber-AC memakai masker tidak terlalu terbebani. Tetapi kalau tidak di ruangan itu memang tidak nyaman, tapi perlu kita sampaikan jauh lebih tidak nyaman apabila kena Covid," kata Anies di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/9/2020).
Baca: Nikita Mirzani Tak Setuju Anies Baswedan Terapkan PSBB Lagi: Kasihan Warga yang Sudah Memilih Bapak
Dia juga mengatakan pendisiplinan penggunaan masker harus dilakukan di saat bertemu orang yang dikenal maupun orang yang tidak dikenal dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab, penularan Covid-19 bisa terjadi dimana saja.
"Kita melihat pola ketika berada di tempat tidak saling kenal pakai masker. Begitu kita kenal orang itu tidak pakai masker. Ketika di kendaraan umum tidak kenal, semua pakai masker, tetapi begitu sampai kantor semua masker dicopot terus sampai kafetaria juga ngobrol terjadilah penularan," jelasnya.
Baca: Kebijakan Rem Darurat Gubernur Anies Baswedan di Jakarta Berlaku Mulai 14 September 2020
Atas dasar itu, Anies mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama mengingatkan pentingnya penggunaan masker di tengah pandemi Covid-19.
Hal ini harus dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat.
"Penyelesaian Covid-19 ini harus dari komponen masyarakat dan komponen negara. Tidak bisa hanya unsur masyarakat saja atau unsur negara saja. Di sisi lain kita menghadapi situasi dimana kegiatan ekonomi, kegiatan sosial dan keagamaan sebentar lagi dan kegiatan politik akan berjalan dan berlangsung amat masif," pungkasnya