Breaking News:

Mahfud MD: Pimpinan NU dan Muhammadiyah Minta Kita Jaga Persatuan dan Kesatuan

Pimpinan NU, Pimpinan Muhammadiyah meminta kita menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia dalam keberagaman.

Tribunnews.com/Gita Irawan
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD ketika menyampaikan konferensi pers secara virtual pada Kamis (1/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD meengatakan Pimpinan Nahdlatul Ulama dan Pimpinan Muhammadiyah meminta pemerintah dan masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Mahfud dalam cuitannya di akun Twitternya, @mohmafudmd, Senin (16/11/2020).

"Pimpinan NU, Pimpinan Muhammadiyah meminta kita menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia dalam keberagaman," kata Mahfud.

Baca juga: PBNU Ajak Masyarakat dan Umat Islam Tidak Mudah Terprovokasi Pihak yang Ingin Memecah Belah Bangsa

Dalam cuitan tersebut Mahfud juga mengunggah video pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj yang mengajak seluruh masyarakat khususnya umat Islam di Indonesia tidak mudah terprovokasi oleh kelompok yang ingin memecah belah bangsa.

Selain itu, Said juga mengajak seluruh masyarakat menjaga, merawat, dan mengawal keutuhan dan keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menyongsong 100 tahun Republik Indonesia.

"Mari kita perkuat, kita pertahankan eksistensi keutuhan NKRI ini. Jangan sampai kita mudah terprovokasi yang dilakukan oleh sementara sekelompok orang yang ingin memecah belah bangsa ini, yang ada agenda ingin menghancurkan keutuhan NKRI ini," kata Said dalam video tersebut.

Baca juga: Berkerumunnya Jemaah HRS Saat Pandemi Covid-19, PBNU: Kita Tidak Boleh Mudarat ke Orang Lain

Said juga meminta agar upaya bersama merawat dan mengawal keutuhan NKRI tidak lemah dan kendor mengingat perjuangan para pendiri bangsa yang telah membentuk Republik Indonesia sebagai negara kebangsaan lintas agama, lintas budaya, lintas suku, dan lintas peradaban.

Selain itu Said mengajak masyarakat menyikapi dan melawan siapapun yang berusaha mengganggu persatuan NKRI.

Said menyebut mereka yang melakukan upaya untuk mengganggu persatuan adalah musuh bangsa.

"Sekali lagi, apapun atau siapapun yang ingin melakukan hal-hal negatif, mengganggu persatuan NKRI mari kita sikapi, kita lawan, dan itu merupakan musuh bangsa, musuh bersama kita semuanya dari pihak manapun atas nama apapun. Mari kita rawat, kita cintai NKRI dengam semangat ukhuwah wathoniyah solidaritas sebangsa dan setanah air," kata Said.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved