Breaking News:

Pengikut Rizieq Shihab Tewas

Muhammadiyah Harap Insiden Penembakan 6 Pengikut Rizieq Shihab Tak Tutup Isu Korupsi di Masa Pandemi

Muhammadiyah harap masyarakat fokus mengawasi kasus korupsi di masa pandemi, tidak teralihkan insiden penembahan yang menewaskan 6 pengikut Rizieq.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua KPK Firli Bahuri memberikan keterangan kepada wartawan saat konferensi pers penetapan tersangka Menteri Sosial Juliari P Batubara di gedung KPK, Jakarta, Minggu (6/12/2020). KPK resmi menahan Juliari P Batubara atas dugaan menerima suap terkait pengadaan bantuan sosial penanganan COVID-19 di Kementerian Sosial usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) pejabat Kemensos. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM Busyro Muqoddas meminta masyarakat fokus dalam mengawasi kasus korupsi yang terjadi di masa pandemi Covid-19.

Dirinya berharap masyarakat tidak teralihkan dengan insiden penembakan yang menewaskan enam orang pengikut pimpinan FPI Rizieq Shihab.

Meski dirinya mendukung penuntasan kasus ini secara mendalam.

"Hendaknya peristiwa ini perlu diusut secara tuntas terbuka. Tetapi sisi lain, kami memandang bahwa jangan sampai perkara ini kemudian menutup kesadaran kita bersama. Bahwa ada agenda lain yaitu potensi terjadinya kejahatan dalam bentuk lain yaitu kejahatan korupsi," ujar Busyro dalam konferensi pers yang disiarkan channel Youtube Muhammadiyah, Selasa (8/12/2020).

Baca juga: HNW : TPF Independen Insiden Penembakan Enam Laskar FPI untuk Tegakkan Keadilan

Menurut Busyro, di masa pandemi Covid-19, kejahatan korupsi justru dilakukan semakin terstruktur, sistematis dan masif.

Mantan Pimpinan KPK ini menyinggung korupsi dana bantuan sosial Covid-19 yang melibatkan Menteri Sosial Juliari Batubara.

Dirinya mengecam korupsi yang dilakukan saat rakyat mengalami kesusahan akibat pandemi Covid-19.

"Problem besar yang lain korupsi yang memiskinkan rakyat. Korupsi yang terakhir menyangkut dana bantuan sosial ketika rakyat sedang terkapar ekonominya, terkapar kesehatannya. Terancam jiwanya, tega-teganya ada korupsi di Kementerian Sosial," ucap Busyro.

Baca juga: Mensos Korupsi, Jokowi Tidak Mau Lindungi, Sekjen Kemensos Terpukul, FPI: Heran bin Takjub

Dirinya meminta masyarakat tidak lengah dengan isu korupsi yang menyengsarakan rakyat.

Di sisi lain, Busyro tetap mendukung pengungkapkan dugaan penembakan terhadap enam pengikut Rizieq Shihab.

"Sebagai tanggung jawab rakyat, tanggung jawab demokrasi. Yang itu unsur demokrasinya termasuk elemen masyarakat sipil, sehingga kita tidak terkecoh dengan perkara ini. Insiden ini yang tetap harus diusut sampai tuntas tapi juga jangan sampai sekali lagi lengah terhadap agenda besar yang lain," ucap Busyro.

Baca juga: Jokowi dan Sesama Menteri Berulang Kali Peringati, KPK Sampai Buat Surat Hati-hati Korupsi Bansos

Dirinya juga menyoroti tentang menteri di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo yang ditangkap oleh KPK.

Menurutnya, hal ini menunjukan kasus korupsi perlu mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat.

"Empat menteri yang sudah ditangkap atau diproses hukum oleh KPK dalam periode presiden yang sekarang ini, menunjukkan bahwa korupsi tersebut semakin sistemik. Itu artinya ada problem besar, yang problem besar itu perlu kita cermati bersama," kata Busyro.

"Jadikan agenda bersama karena korupsi merupakan common enemy, musuh bersama semua elemen. Elemen TNI, elemen Polri dan penegak hukum yang lain dan unsur masyarakat sipil termasuk perguruan tinggi dan ormas," tambah Busyro.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved