Breaking News:

Pembubaran FPI

PPATK Bekukan 59 Rekening FPI, Aziz Yanuar: Sudah Bubar, jadi Nggak Ada Lagi Front Pembela Islam

Tanggapan Azis Yanuar soal PPATK bekukan 59 rekening FPI, mengaku hanya tahu 59 rekening itu adalah rekening resmi milik FPI.

Tribunnews.com/Reza Deni
Aziz Yanuar di Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah melakukan penghentian sementara transaksi dan aktivitas rekening Front Pembela Islam (FPI) berikut afiliasinya.

Adapun hingga Selasa (5/1), sesuai Pasal 40 ayat (3) PerPres Nomor 50 Tahun 2011, PPATK telah menerima 59 Berita Acara Penghentian Transaksi dari beberapa Penyedia Jasa Keuangan atas rekening FPI, termasuk pihak terafiliasinya.

Lantas, milik siapa atau atas nama siapa 59 rekening yang dibekukan tersebut?

Terkait hal itu, kuasa hukum FPI Aziz Yanuar mengatakan hanya mengetahui rekening-rekening tersebut milik FPI. 

"Setahu kami hanya rekening resmi FPI," ujar Aziz Yanuar, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (6/1/2021).

Baca juga: Politikus PPP: Jika Direkening FPI Tak Ada Aliran dari Organisasi Terlarang, Dikembalikan Dananya

Baca juga: Kenapa Rekening FPI Diblokir? PPATK Beberkan Penjelasannya hingga Respons Aziz Yanuar

Aziz pun enggan berkomentar lebih lanjut mengenai pembekuan rekening FPI dengan ormas tersebut alasan sudah dibubarkan. 

"Kan sudah bubar, jadi nggak ada lagi Front Pembela Islam," jelasnya. 

Hanya saja, Aziz mengatakan semua umat muslim tentu keberatan dengan pembekuan terhadap rekening FPI yang dilakukan oleh PPATK. 

"Umat Islam keberatan dengan hal tersebut," tandasnya. 

Sebelumnya diberitakan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah melakukan penghentian sementara transaksi dan aktivitas rekening Front Pembela Islam (FPI) berikut afiliasinya.

Halaman
123
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved