Kamis, 23 April 2026

Penanganan Covid

33 dari 44 Kecamatan di DKI Melaporkan Adanya Klaster Keluarga Pasca Libur Natal dan Tahun Baru

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengatakan 33 dari 44 kecamatan melaporkan adanya klaster keluarga. Klaster ini terjadi pascalibur Natal dan tahun baru.

Editor: Dewi Agustina
WARTAKOTA/Nur Ichsan
CEGAH KLASTER COVID-19 - Warga Rt 02/01 Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, dibantu satuan pemuda Brigade 08 melakukan penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan warga setempat, Sabtu (31/10/2020). Penyemprotan ini digelar untuk memutus mata rantai Covid-19, agar tidak muncul klaster baru di lingkungan warga khususnya di dalam keluarga. (WARTAKOTA/Nur Ichsan) 

"Bahkan dalam situasi umum sehari-hari pasti ada yang namanya hierarki masalah, meski hierarki itu tipis. Untuk Covid-19 ini kalau misal kita sandingkan dengan ekonomi atau bisnis, jelas Covid-19 di atas," kata Andrinof, dalam talkshow daring yang disiarkan BNPB.

Andrinof mengatakan, kegiatan ekonomi tetap bisa berjalan di tengah situasi pandemi. Namun, kegiatan ekonomi itu harus dipastikan aman dan tidak menghambat penanganan kasus Covid-19.

"Sejauh itu tidak bertabrakan, menambah kasus, memperlambat penyelesaian, itu (bisa) jalan," tuturnya.

Oleh sebab itu, Andrinof menekankan agar para pelaku ekonomi harus mencari cara yang aman untuk menjalankan kegiatan ekonomi di tengah situasi pandemi.

Menurut mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional itu, masih banyak peluang yang belum dieksplorasi oleh para pelaku ekonomi.

"Perlu dilihat peluang-peluang yang aman, sektor yang aman, wilayah yang aman, metode bisnis yang aman. Itu yang harus dicari. Di situ mungkin belum dioptimalkan," kata Andrinof. (Tribun Network/dan/yud/kps/wly)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved