Breaking News:

Pembobol BNI Ditangkap

Buronan Pembobol Kas BNI Maria Lumowa Jalani Sidang Dakwaan Hari Ini

Mengenakan rompi merah jambu khas tahanan Kejaksaan Agung, Maria Lumowa mendatangi langsung persidangan ini.

Ist
Pembobol kas BNI cabang Kebayoran Baru, Maria Pauline Lumowa, jalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/1/2021) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembobol kas BNI cabang Kebayoran Baru, Maria Pauline Lumowa, menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Rabu (13/1/2021).

Mengenakan rompi merah jambu khas tahanan Kejaksaan Agung, Maria Lumowa mendatangi langsung persidangan ini.

Saat ini, majelis hakim tengah menskors jalannya persidangan.

Diwartakan sebelumnya, Kasipenkum Kejati DKI Jakarta Nirwan Nawawi menuturkan, penyidik Bareskrim Mabes Polri menyerahkan Maria berserta barang buktinya ke Kejari Jakarta Selatan pada 6 November 2020.

"Bahwa Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah menyiapkan delapan personel Jaksa Penuntut Umum untuk melakukan penuntutan terhadap berkas perkara atas nama terdakwa PML (Pauline Maria Lumowa)," tutur Nirwan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/12/2021).

Nirwan menjelaskan, Maria disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 3, 6 UU 15 tahun 2002 Tindak Pidana Pencucian Uang.

Maria Pauline Lumowa adalah salah satu tersangka kasus pembobolan kas BNI Cabang Kebayoran Baru, melalui Letter of Credit (L/C) fiktif. 

Pada Oktober 2002 hingga Juli 2003, BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta Euro atau setara dengan Rp1,7 triliun dengan kurs pada saat itu.

Uang itu dikucurkan pada PT Gramarindo Group milik Maria Pauline Lumowa serta Adrian Waworuntu. 

Baca juga: Dakwaan Dirampungkan, Awal Januari 2021 Maria Pauline Lumowa Segera Disidangkan

Aksi PT Gramarindo Group diduga melibatkan pihak bank, karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd, Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd, dan The Wall Street Banking Corp, yang bukan merupakan bank korespondensi BNI.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved