Breaking News:

Bencana Alam

TNI AU Distribusikan Logistik dan Beri Pelayanan Medis Bagi Korban Bencana Alam di Kalsel dan Sulbar

Seluruh elemen bangsa bahu membahu membantu korban bencana alam yang terjadi di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat.

istimewa
Prajurit Batalyon Kesehatan (Yonkes) Denma Mabes AU memberikan pelayanan kesehatan kepada korban gempa bumi di Sulawesi Barat, Sabtu (23/1/2021) (istimewa) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bencana banjir di Kalimantan Selatan dan gempa bumi di wilayah Mamuju, Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) menjadi perhatian semua pihak.

Seluruh elemen bangsa bahu membahu membantu korban bencana alam yang terjadi di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat.

Tidak terkecuali TNI Angkatan Udara turut menyalurkan bantuan baik berupa pangan maupun medis, Sabtu (23/1/2021).

Prajurit Satgas Paskhas yang bertugas di daerah Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang dipimpin Mayor Pas Raden Ruli Rusliana membantu mendistribusikan bantuan berupa sembako dan mengevakuasi warga yang terdampak banjir.

Baca juga: Peduli Dokter yang Tangani Korban Gempa di Majene, Sido Muncul Donasi Rp 200 Juta

Mayor Pas R Ruli R menjelaskanselain memberikan sembako, Satgas Paskhas juga melaksanakan evakuasi korban jiwa yang ada di tiga desa di Kecamatan Sungai Tabuk, wilayah Martapura, dan wilayah Marahaban.

"Di Kecamatan Sungai Tabuk kita mendistribusikan logistik, obat-obatan, serta membantu tenaga medis puskesmas, selanjutnya, di wilayah Martapura mendistribusikan logistik, kemudian wilayah Marabahan untuk Satgas Paskhas melaksanakan evakuasi dan distribusi logistik," kata Mayor Ruli dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com, Sabtu (23/1/2021).

Baca juga: Penyebab Banjir di Kalsel Versi Presiden Jokowi, Menteri, Anggota DPR dan Walhi

Di lokasi yang berbeda, Prajurit Batalyon Kesehatan (Yonkes) Denma Mabesau dipimpin Kapten Kes Lim Friendly Suman Sitorus mengatakan pihaknya dibantu relawan tenaga medis telah merawat sebanyak 193 pasien yang berada di beberapa tempat.

Di antaranya di Base, Katandean, dan Ulumanda, Sulawesi Barat.

Selain itu, di wilayah Taan pihaknya juga bekerjasama dengan Pertamina wilayah Sulawesi Barat, melaksanakan pemeriksaan kesehatan.

"Medan yang kita lewati sangat rusak dan tidak dapat dijangkau kendaraan biasa, hanya dapat dijangkau mobil off-road, namun kendala tersebut tidak menghambat kinerja kami untuk melayani korban yang terdampak gempa," ujar Kapten Kes Lim Friendly Sitorus.

Adapun pelayanan kesehatan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved