Breaking News:

Hati-hati WNA Bandel di Bali Langsung Deportasi, Warga Rusia Ditindak setelah Kasus Kristen Gray

Otoritas di Bali pun lagi-lagi melakukan tindakan tegas dengan melakukan deportasi kepada seorang warga asal Rusia

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Layanan Penerbangan Komersial Dihentikan, 26 Pesawat Parkir Longstay di Bandara Ngurah Rai. Kasus WNA dideportasi Imigrasi Bali 

Wanita berambut pirang itu berdiri saat sepeda motor yang dikendarai rekannya melaju cukup kencang dari arah utara.

Sampai di ujung dermaga, kedua wisman itu menceburkan diri ke laut bersama sepeda motor berwarna hijau.

Rekaannya yang mengambil gambar hanya tertawa melihat aksi nekat tersebut.

Kemungkinan, aksi nekat dilakukan sore hari. Adapun lokasi kejadian tampak sepi, tidak terlihat seorang pun di sekitar dermaga.

Kasus Kristen Gray

Sementara diberitakan Tribunnews.com, sempat jadi perbincangan di sosial media Twitter, Kristen Gray, Warga Negara Amerika Serikat resmi dideportasi dari Bali, pada Selasa (19/1/2021).

Ia dideportasi bersama rekan wanitanya, Saundra Michelle Alexander.

Selelah melakukan pemeriksaan, pihak Imigrasi Bali memutuskan untuk mendeportasi Kristen Gray dan melarangnya kembali ke Indonesia selama 6 bulan.

Kepala Kakanwil Kemenkumham Bali, mengungkapkan, Kristen Gray telah melanggar aturan keimigrasian.

"Terhadap WN Amerika atas nama Kristen Antoinette Gray dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian berupa pendeportasian (pengusiran) sebagaimana tersebut pada pasal 75 ayat 1 dan ayat 2 huruf f Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian," tegas Kakanwil Kemenkumham Provinsi Bali, Jamaruli Manihuruk, Selasa (19/1/2021), saat press conference di Kanim TPI Kelas I Denpasar, dikutip dari Tribun-Bali.com.

Ia juga diduga melakukan kegiatan bisnis dengan menjual ebook dan membuka jasa konsultasi untuk wisata di Bali.

Baca juga: Dideportasi dari Indonesia, Kristen Gray Akui Tak Bersalah: Visa Tak Overstay, Saya Berkomentar LGBT

Sebelum kembali ke negara asalnya, Amerika Serikat, Kristen Gray akan transit terlebih dahulu di Jakarta.

Gray akan kembali ke Amerika Serikat pada hari ini, Kamis (21/1/2021).

Dengan menggunakan Pesawat American Airlines, melalui Tokyo.

Ia dan rekan wanitanya akan dikawal oleh petugas imigrasi ke Jakarta dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Sebelumnya mereka berdua telah melakukan tes swab PCR dan hasilnya negatif.

Kuasa Hukum Kristen Gray, Erwin Siregar mengatakan, petugas imigrasi hanya akan mendampingi Kristen Grey sampai ke bandara.

"Ada empat petugas imigrasi yang ikut terbang ke Jakarta," terang Erwin.

Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan Kristen Gray sudah benar-benar masuk pesawat dan kembali ke negara asalnya, Amerika Serikat.

Erwin menegaskan bahwa Kristen Gray tidak merasa bersalah.

"Kalau memang dia melakukan kesalahan, dia minta maaf," ungkap Erwin.

Baca juga: Nasib Bule Asal Amerika, Kristen Gray Setelah Postingannya Ajak Pindah ke Bali Viral di Twitter

Diberitakan sebelumnya, Kristen Gray dianggap meresahkan masyarakat karena cuitannya tentang Bali viral dan menjadi trending topic di Twitter.

Menggunakan akun Twitter pribadinya @kristentootie, Gray menceritakan tentang bagaimana kehidupannya setelah datang ke Bali.

Cuitan Kristen Gray yang melampirkan e-book buatannya.
Cuitan Kristen Gray yang melampirkan e-book buatannya. (Twitter @kristentootie via Instagram @lets.talkandenjoy)

Ia juga mengatakan bahwa Pulau Bali ramah terhadap kaum LGBT.

Tak cukup itu saja, Gray juga membuat ebook berjudul Our Bali Life is Yours, yang kemudian dijual dengan harga 30 dolar Amerika.

Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang wisata di Bali, Gray juga menyadiakan jasa konsultasi yang dihargai 50 dolar Amerika untuk konsultasi selama 45 menit.

Akibat ulahnya ini, ia dianggap terah meresahkan masyarakat dan melakukan kesalahan.

Karena menyuruh turis asing untuk datang ke Bali di tengah masa pandemi Covid-19.

Ia juga memberikan informasi tentang kemudahan masuk ke Indonesia di masa pandemi.

Diketahui Gray bersama rekan wanitanya datang ke Bali pada 21 Januari 2020 menggunakan Visa Kunjungan Satu Kali Perjalanan (B211A).

Visa B211A ini hanya bisa dipakai untuk kegiatan wisata, keluarga, sosial, seni dan budaya, tugas pemerintahan, olahraga tidak bersifat komersial, serta studi banding, kursus singkat, dan pelatihan singkat.

Setelah beberapa bulan tinggal di Pulau Dewata, Gray dan rekan wanitanya sempat memperpanjang Izin Tinggal di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar pada 22 Desember 2020.

Perpanjangan Visa Tersebut masih berlaku hingga Minggu, (24/1/2021) mendatang.

Namun, karena telah melakukan kegiatan bisnis selama tinggal di Bali, Gray dinilai telah menyalahgunakan Visa B211A dan membuatnya harus dideportasi dari Indonesia.

(Tribunnews.com/Chrysnha, Faryyanida Putwiliani/Pravitri Retno Widyastuti) (Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved