Breaking News:

Gejolak di Partai Demokrat

Di Balik Kisruh Demokrat: Cap Jempol Darah, Ancaman Santet hingga Menangis Depan Kamera

Kisruh Partai Demokrat terus berlanjut diwarnai sejumlah aksi dari masing-masing kader pendukung dua kubu.

Tribunnews/Jeprima
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendatangi Gedung Kemenkumham, Jakarta Selatan, Senin (8/3/2021). AHY bersama pimpinan DPD Partai Demokrat menyambangi Kemenkumham untuk menyerahkan berkas kepengurusan yang sah sesuai Kongres V Partai Demokrat. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sudah hampir sebulan, kisruh di internal Partai Demokrat belum menunjukkan tanda-tanda berhenti.

Kisruh Partai Demokrat terus berlanjut diwarnai sejumlah aksi dari masing-masing kader pendukung dua kubu.

Dua kubu dimaksud adalah Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Moeldoko.

Ada kader yang menangis, mengecam, cap jempol darah bukti setia, hingga ancaman santet.

Baca juga: Bantah Ada Mahar Rp 100 Juta untuk Peserta KLB Deliserdang, Demokrat Kubu Moeldoko: Halusinasi

Berikut aksi dari para pendukung seperti dirangkum Tribunnews.com, Rabu (10/3/2021) dari berbagai sumber :

1. Cap jempol darah

Sebagai bentuk sumpah setia DPD Partai Demokrat (PD) DKI Jakarta menggelar aksi cap jempol darah.

Mereka menyatakan mendukung kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

"Acara ini sebagai bentuk cinta dan loyalitas kepada Ketum Partai Demokrat AHY, menunjukkan ke Indonesia soliditas dan kesetiaan bukan hanya semangat dan yel-yel tapi dalam bentuk cap jempol darah," ujar Santoso di Jakarta Timur, Minggu (7/3/2021) dikutip dari Kompas.TV.

Sambil menangis Ketua DPD PD DKI Santoso menyebut ada intimidasi terhadap pengurus Demokrat di Kepulauan Riau agar hadir di KLB Deli Serdang.

Halaman
1234
Penulis: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved