Breaking News:

Soal Polemik Impor Beras, Gde Singgung Pemburu Rente, Tengkulak hingga Bulog

Wakil Ketua Komisi VI DPR, Gde Sumarjaya Linggih memaparkan bahwa masyarakat harus memahami bahwa kebutuhan beras nasional mencakup tiga segmen.

Editor: Hasanudin Aco
Ist
Wakil Ketua Komisi VI DPR, Gde Sumarjaya Linggih. 

Polemik Impor Beras, Gde Singgung Pemburu Rente Hingga Bulog

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pro dan kontra seputar impor beras hingga kini masih menjadi perbincangan publik.

Mereka yang pro menilai langkah pemerintah tersebut tepat.

Sebaliknya, sejumlah akademisi menyebut rencana tersebut mengindikasikan kurang cermatnya tata kelola komoditas pangan.

Wakil Ketua Komisi VI DPR, Gde Sumarjaya Linggih memaparkan bahwa masyarakat harus memahami bahwa kebutuhan beras nasional mencakup tiga segmen.

Pertama, beras untuk Kesejahteran Rakyat (Kesra) yang biasanya digunakan oleh pemerintah untuk disalurkan kepada masyarakat kurang mampu atau yang lumrah disebut beras Bantuan Sosial (Bansos).

Kedua, beras untuk cadangan beras nasional.

Baca juga: Mendag Muhammad Lutfi Siap Mundur Jika Keputusan Impor Beras Dinilai Keliru

Beras ini disediakan sebagai pasokan beras cadangan yang akan digunakan pada saat beras mengalami kelangkaan.

"Ketiga, beras komersil yang dijual di pasar untuk konsumsi publik," ujar Gde melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (25/3/2021).

Dia menjelaskan persoalan kebutuhan beras nasional ini bak masalah klasik.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved