Breaking News:

Kemlu RI: WNI Tanpa Dokumen Rentan Jadi Korban TPPO

(WNI) yang bekerja diluar negeri tanpa memiliki kelengkapan dokumen resmi (undocumented) diasumsikan rentan menjadi korban tindak pidana perdagangan

Dok. Kemlu RI
Direktur Perlidungan WNI (PWNI), Judha Nugraha dalam konferensi pers dengan media, Rabu (3/6/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri mengungkapkan bahwa Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja diluar negeri tanpa memiliki kelengkapan dokumen resmi (undocumented) diasumsikan rentan menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Faktu ini disampaikan oleh Direktur Pelindungan WNI (PWNI) yang mengungkapkan tantangan pelindungan WNI, khususnya korban TPPO di luar negeri semakin kompleks dimasa pandemi covid-19.

Berdasarkan catatan Kemlu RI jumlah kasus terkait perlindungan WNI di luar negeri meningkat lebih dari 100 persen selama tahun 2020.

“Pada tahun 2019, Kemlu menangani total 24 ribu kasus, pada tahun 2020 jumlahnya melonjak 2 kali lipat menjadi lebih dari 54 ribu kasus, termasuk kasus korban TPPO,” kata Judha di sesi wawancara Kompas TV Talk, Selasa (6/4/2021).

Kondisi covid-19 membuat WNI semakin rentan bukan hanya karena virus itu sendiri, tapi juga banyak WNI yang terdampak kebijakan lockdown yang dilakukan sebagian negara untuk mencegah penyebaran covid.

Judha menyebut yang paling terdampak kebijakan lockdown adalah WNI yang berstatus undocumented atau tanpa dokumen alias illegal dan pekerja lepas yang mengandalkan upah harian.

Baca juga: Seorang WNI Dihukum 9 Bulan Penjara Karena Aniaya dan Injak Kaki Bayi Majikan di Singapura

“Ini menjadi fenomena yang perlu menjadi perhatian kita,” katanya.

Keberadaan WNI tanpa dokumen ini diasumsikan Kemlu RI sangat dekat dengan TPPO.

Karena ketika para pekerja migran berangkat keluar negeri dengan diiming-imingi pekerjaan yang baik dengan gaji yang fantastis merupakan salah satu modus TPPO, yakni penipuan.

“Awal di desa mereka sudah diberi uang panjar oleh calo atau sponsor itu juga menjadi modus TPPO. Karena uang panjar itu tidak gratis dan akan mengikat korban ketika berangkat keluar negeri,” ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved