Breaking News:

Polemik Vaksin Nusantara

Ini Deretan Tokoh Pendukung Vaksin Nusantara, Ada Aburizal Bakrie hingga Anang-Ashanty

Simak deretan tokoh yang ikut dukung vaksin Nusantara, ada Gatot Nurmantyo hingga 40 anggota DPR RI.

kolase/instagram/dok Tribunnews.com
Simak deretan tokoh yang ikut dukung vaksin Nusantara, ada Aburizal Bakrie, Anang-Ashanty hingga 40 anggota DPR RI. 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah tokoh hingga puluhan anggota DPR RI mendukung vaksin Nusantara yang dipelopori oleh mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.

Bahkan, beberapa tokoh tersebut telah memulai menjalani proses vaksinasi di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta pada Rabu (14/4/2021) lalu.

Dalam proses tersebut, mereka menjalani proses pengambilan sampel darah hingga nantinya disuntik vaksin pada pertemuan selanjutnya.

Padahal, vaksin yang dikerjakan bersama tim peneliti di laboratorium RSUP Kariadi Semarang dan Universitas Diponegoro (Undip) serta Aivita Biomedical Corporation dari Amerika Serikat ini tengah menuai polemik.

Hal itu lantaran mereka tetap melanjutkan uji klinis fase kedua, padahal belum mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kendati demikian, deretan tokoh ini tetap menjadi relawan vaksin Nusantara dan tidak mempermasalahkan polemik yang ada.

Lantas siapa saja tokoh-tokoh tersebut?

Berikut Tribunnews.com rangkum deretan tokoh yang mendukung vaksin Nusantara:

1. Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo (Panglima TNI 2015-2017)

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo ikut menjadi relawan uji klinis vaksin Nusantara.

Gatot tampak hadir UNTUK pengambilan sampel darah di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (14/4/2021).

Gatot pun bersedia menjadi relawan uji klinis vaksin Nusantara setelah ditawari oleh Terawan.

"Begini, saya ini lahir di sini, makan di sini minum di sini, diberi ilmu dan dididik seorang prajurit di bumi Pertiwi."

Baca juga: Polemik Vaksin Nusantara, 105 Tokoh Cendekiawan Nyatakan Dukungan untuk BPOM

"Kemudian ada hasil karya putra Indonesia yang terbaik kemudian uji klinik kenapa tidak? apa pun saya lakukan untuk bangsa dan negara ini," kata Gatot di lokasi, seperti diberitakan Tribunnews.com.

Gatot mengaku tidak masalah dengan belum diizinkannya uji klinis fase kedua ini oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dia menegaskan akan mendukung setiap produk yang diciptakan anak bangsa.

"Saya tidak tahu ada izin atau tidak tapi saya ditawari untuk jadi uji klinik saya siap," pungkasnya.

2. Jenderal (Purn) Hendropriyono (Kepala BIN 2016-2018)

Pada Februari 2021 lalu, langkah Terawan mempelopori vaksin diapresiasi oleh Guru Besar Filsafat Intelijen, Jenderal (Purn) AM Hendropriyono.

Mantan Kepala BIN ini berharap, masyarakat, khususnya netizen, turut mendorong agar vaksin Nusantara mendunia.

Menurutnya, vaksin ini, kelak diharapkan dapat ikut membantu menyelamatkan nyawa manusia yang terpapar COVID-19.

"Para netizen bangsa yang patriotik pasti merasa bangga atas penemuan vaksin Nusantara oleh Dr Terawan Agus Putranto."

"Merekalah yang mampu menggerakkan, agar para pemimpin dan wakil-wakilnya di eksekutif, legislatif, yudikatif."

Baca juga: Polemik Pelanggaran Prosedural Riset Vaksin Nusantara akan Berdampak pada Sistem Pengawasan BPOM

"Serta segenap masyarakat sipil bersatu padu mengibarkan penemuannya ini di forum dunia," kata Hendropriyono dalam keterangan yang dikutip Tribun Pekanbaru, Sabtu (20/2/2021).

Hendro mengatakan, upaya Terawan yang dilakukan semasa menjadi Menteri Kesehatan perlu perlindungan agar bebas dari bayang-bayang feodalisme intelektual.

Juga, bebas dari manipulasi bisnis para kapitalis domestik dan mancanegara.

"Ia dan kawan-kawan telah bekerja keras sejak di RSPAD sampai di RS Dr Kariadi untuk muncul sebagai pahlawan sejati yang menyelamatkan banyak nyawa manusia yang sedang sekarat," ujarnya.

3. Letjen (Purn) Sudi Silalahi (Menteri Sekretaris Negara 2009-2014)

Sebelumnya, dalam catatan Dahlan Iskan di Facebook pada 13 April 2021, mantan Mantan Sekretaris Negara Letjen (Purn) Sudi Silalahi ikut mendukung vaksin Nusantara.

Ia diketahui telah menjalani pengambilan darah sekitar 20 cc, tepatnya 8 ampul kecil.

Cara kerja vaksin ini, darah tersebut diberi antigen, lalu disimpan di laboratorium selama 2 minggu.

Setelah muncul antibodi di darah itu, Sudi harus kembali ke RSPAD lagi.

Darah tersebut akan dimasukkan kembali ke tubuhnya.

"Saya tadi diberi tahu untuk datang lagi tanggal 28 April," ujar Sudi Silalahi, putra Tanah Jawa Simalungun, Sumatera Utara, dikutip dari akun Facebook Catatan Dahlan Iskan.

Masih dalam catatan itu, Terawan Agus Putranto mengatakan, dalam pekan ini, pihaknya baru bisa melayani 40 orang sehari.

"Mulai minggu depan satu hari sudah bisa 80 orang," katanya.

4. Aburizal Bakrie (Dewan Pembina Partai Golkar)

Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie mengungkapkan telah disuntik vaksin Nusantara yang digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Ical dalam sebuah sebuah video yang beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, Ical menunjukkan sebuah plastik transparan.

Dia menyatakan menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Nusantara.

"Ini vaksin Nusantara, saya pertama kali, Insyaallah berhasil," kata Aburizal dalam video tersebut, Rabu (14/4/2021).

Politikus senior Partai Golkar Aburizal Bakrie disuntik menggunakan Vaksin Nusantara.
Politikus senior Partai Golkar Aburizal Bakrie disuntik menggunakan Vaksin Nusantara. (Ist)

Sementara, Juru Bicara Aburizal Bakrie, Lalu Mara Satria Wangsa membenarkan video yang beredar tersebut.

"Iya betul, beliau (Aburizal Bakrie) kirimin saya video, Kamis minggu lalu," kata Lalu saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (13/4/2021).

Lalu mengatakan, kemungkinan Aburizal disuntik vaksin Nusantara sebagai relawan karena politikus senior Partai Golkar itu memang mendukung program yang dipelopori oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto itu.

"Sepertinya sebagai relawan. Beliau juga kan sudah tahu kemampuan Prof Terawan, karena beliau boleh disebut diselamatkan melalui tindakan medis yang dilakukan Prof Terawan lewat metode brain wash-nya itu," ujarnya.

5. Siti Fadilah Supari (Menteri Kesehatan 2004-2009)

Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menjadi relawan dalam penelitian vaksin Nusantara yang diinisiasi Terawan Agus Putranto di RSPAD Gatot Soebroto.

Siti Fadila Supari pun menuturkan alasan dirinya bersedia ikut jadi relawan uji klinis vaksin Covid-19 berbasis sel dendritik tersebut.

Menurut Siti Fadilah Supari, menjadi relawan sebagai bentuk dukungannya kepada mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang sedang meneliti vaksin buatan dalam negeri tersebut.

Baca juga: Siti Fadilah Supari: Kalau Vaksin Nusantara Terawan Sukses Pemerintah Juga yang Untung

“Saya jadi relawan secara sukarela. Saya itu peneliti, jadi saya tahu persis apa itu uji klinis. Kemudian saya trust terhadap Terawan. Saya kenalnya sudah puluhan tahun. Saya tahu sifat-sifat dia seperti apa,” ujar Siti Fadilah Supari dalam Webinar bersama Tribunnews.com, Jumat (16/4/2021).

“Terawan seorang peneliti. Juga karena saya menghagai pemikiran dia, jadi saya mendukung dengan cara mengikuti penelitian ini dan rela mejadi relawan untuk menbuktikan hipotesisnya,” jelas Siti Fadillah Supari.

Apalagi kata Siti Fadilah Supari, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan dukungannya terhadap pegembangan vaksin buatan dalam negeri.

“Wong Presidennya sudah mendukung, kok menolak,” ucap Siti Fadilah Supari.

6. 40 Anggota DPR RI

Diberitakan Tribunnews.com, sebanyak 40 anggota DPR RI lintas fraksi menjalani proses vaksinasi menggunakan vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (14/4/2021).

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang memimpin rombongan itu mengatakan, proses pertama tahapan vaksinasi menggunakan vaksin Nusantara yaitu pengambilan sampel darah.

Nantinya, setelah sel dendiritik dalam darah diolah selama tujuh hari, barulah vaksin disuntikkan ke dalam tubuh.

"Hari ini saya sudah mengambil sampel darah untuk diolah selama tujuh hari untuk dijadikan vaksin Nusantara yang kemudian nanti akan dimasukkan ke dalam tubuh saya dalam tujuh hari kedepan," kata Dasco di lokasi.

"Saya lihat ada beberapa, kita sekitar 40 orang tapi saya tidak hafal satu per satu tapi terutama yang hafal teman di Komisi IX ini," imbuhnya.

Adian Napitupulu
Adian Napitupulu (Tribunnews.com, Chaerul Umam)

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu menjalani proses vaksinasi menggunakan vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (14/4/2021).

Adian mengaku kedatangannya itu atas nama pribadi, bukan atas nama anggota Fraksi PDIP pun atas nama DPR RI.

"Saya kan bukan atas nama fraksi, bukan atas nama DPR RI. Saya harus mencari obat untuk orang yang punya penyakit jantung seperti saya," kata Adian di lokasi.

Adian mengaku kedatangannya itu atas nama pribadi, bukan atas nama anggota Fraksi PDIP pun atas nama DPR RI.

"Saya kan bukan atas nama fraksi, bukan atas nama DPR RI. Saya harus mencari obat untuk orang yang punya penyakit jantung seperti saya," kata Adian di lokasi.

Selain itu, nama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Nihayatul Wafiroh juga ikut mendukung vaksin Nusantara ini.

Dalam tayangan Kompas TV, ia mengaku bersama Arzetty Bilbina mengikuti tahapan pengambilan sampel darah di RSPAD Gatot Soebroto pada Rabu (14/4/2021) kemarin.

7. Anang Hermansyah dan Ashanty

Sementara itu, pasangan selebritas Anang Hermansyah dan Ashanty juga menjalani pengambilan sampel darah RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Mereka datang ke Gedung Cellcure Center RSPAD sekitar pukul 14.00 WIB.

Tampak juga putra mereka Azriel Hermansyah dalam kedatangan itu.

Masih Jadi Polemik, Terawan Suntikkan Vaksin Nusantara ke Ical, Anang dan Ashanty Ambil Sampel Darah
Masih Jadi Polemik, Terawan Suntikkan Vaksin Nusantara ke Ical, Anang dan Ashanty Ambil Sampel Darah (kolase/instagram/dok Tribunnews.com)

Namun mereka tidak memberikan pernyataan apapun saat masuk. Anang dan Ashanty kemudian terpantau keluar sekitar pukul 15.45 WIB.

Saat dikonfirmasi, Peneliti utama Uji Klinik Tahap II Vaksin Nusantara, Kolonel Jonny, membenarkan Anang-Ashanty datang untuk pengambilan sampel darah.

"Iya, semua pengambilan sampel," kata Jonny.

(Tribunnews.com/Maliana/Chaerul Umam/Srihandriatmo Malau, Kompas.com/Haryanti Puspa Sari)

Berita lain terkait Polemik Vaksin Nusantara

Penulis: Inza Maliana
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved