Breaking News:

Kerumunan Massa di Acara Rizieq Shihab

Dalam Sidang, HRS Bantah FPI sama dengan Organisasi Teroris: Kami Tak Sependapat dengan Mereka

Dirinya malah menyebut, organisasi yang dibesarkan dirinya itu mencintai Pancasila karena menurutnya dasar negara tersebut merupakan peninggalan ulama

Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Suasana sidang lanjutan perkara pelanggaran protokol kesehatan yang menimbulkan kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat atas terdakwa Muhammad Rizieq Shihab (MRS) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Senin (3/5/2021). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tokoh Eks Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab (MRS) membantah jika organisasi yang berdiri pada 1998 silam itu merupakan organisasi teroris.

Dirinya malah menyebut, organisasi yang dibesarkan dirinya itu mencintai Pancasila karena menurutnya dasar negara tersebut merupakan peninggalan ulama.

Hal itu diutarakan Rizieq, mulanya ketika Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa, menanyakan kepada Rizieq terkait niatan FPI sebagai sebuah organisasi apakah memiliki niatan untuk mengganti Pancasila seperti apa yang dilakukan organisasi teroris.

Menanggapi hal itu, Rizieq langsung membantah pertanyaan Majelis Hakim dan menyebutkan bahwa pihaknya sangat tidak setuju apabila Pancasila diganti.

Kata Rizieq juga, selama FPI berdiri sejak 1998 hingga akhirnya dibubarkan pada  Desember 2020, organisasi tersebut tidak pernah memiliki masalah terhadap Pancasila.

Baca juga: Rizieq Shihab Jelaskan Awal Mula Jamaah Berkerumun pada Peringatan Maulid Nabi di Petamburan

"Jadi kami di FPI tidak pernah punya masalah dengan Pancasila bahkan kami tidak setuju kalau pancasila diganti, kenapa kami tak setuju karena Pancasila peninggalan ulama," kata Rizieq dalam ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Senin (3/5/2021).

Tak hanya itu kata Rizieq, Pancasila menurut FPI juga bukan hanya sebagai pilar negara melainkan sudah menjadi pondasi atau dasar negara.

Dengan begitu, dirinya membantah keras  dan menyatakan tak sependapat dengan kelompok teroris yang ingin mengganti Pancasila.

"Maka dengan kelompok-kelompok yang tadi pak majelis hakim sebutkan ada kelompok yang terduga teroris menolak Pancasila dan sebagainya kami tidak sependapat dengan mereka," ucapnya.

Baca juga: Sepekan Setelah Ditangkap, Munarman Belum Dijenguk Kuasa Hukum dan Keluarga, Ini Kata Polisi

Halaman
12
Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved