Breaking News:

BPPT: Kemunculan BRIN Jangan Dimaknai Sebagai Peleburan, Tapi Konsolidasi

Sebagai LPNK yang berfokus pada bidang Iptek, BPPT tidak hanya memiliki fungsi untuk menumbuhkembangkan penguasaan teknologi.

BPPT
Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kemunculan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat ini menjadi hal yang disorot, karena menjadi salah satu cerminan bagaimana perkembangan dan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) ke depannya di tanah air.

Iptek memiliki peranan dalam perencanaan pembangunan nasional, sehingga proses penyelenggaraannya pun harus berorientasi pada dukungan terhadap pertumbuhan dan pemulihan ekonomi.

Hal ini tertuang dalam Undang-undang (UU) Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek) Nomor 11 Tahun 2019.

Perlu diketahui, pemerintah baru saja mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 33 Tahun 2021 yang mengatur tugas, fungsi, dan kewenangan BRIN.

Baca juga: Jokowi Dikabarkan akan Lantik Laksana Tri Handoko Jadi Kepala BRIN

Terkait hal ini, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza menekankan bahwa integrasi tidak boleh dimaknai sebagai 'peleburan'.

"Ini yang disebut sebagai konsolidasi BRIN, oleh sebab itu tidak ada peleburan," jelas Hammam, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/5/2021).

Ia menyampaikan, sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang berfokus pada bidang Iptek, BPPT tidak hanya memiliki fungsi untuk menumbuhkembangkan penguasaan teknologi.

Namun juga meningkatkan pendayagunaan teknologi serta bertanggung jawab dalam menghasilkan inovasi dan mendorong keberhasilan penerapannya.

Sehingga, lembaga kaji terap teknologi ini memiliki peran strategis dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.

Halaman
123
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved