Kuliner Bipang Ambawang
Polemik Bipang Ambawang yang Dipromosikan Jokowi: Mendag Kena Sentil hingga Ngabalin Nilai Tak Salah
Soal polemik bipang Ambawang yang dipromosikan Jokowi, Mendag kena sentil PDIP hingga Ngabalin menilai pernyataan Presiden tak salah.
Penulis:
Pravitri Retno Widyastuti
Editor:
Daryono
"Kenapa tidak dicek script-nya, kenapa tidak dicek sebelum dipublikasikan?"
"Apa ada maksud ingin mendiskreditkan Presiden?" tandasnya.
Maman Imanulhaq Terkejut

Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR I, Maman Imanulhaq, mengaku kaget saat mendengar Presiden Jokowi mempromosikan kuliner bipang Ambawang di tengah momen mudik menjelang Hari Raya Idulfitri 1442 H.
Ia pun menyayangkan pernyataan Jokowi yang menyebut bipang Ambawang bisa jadi satu diantara kuliner yang bisa dipesan secara online saat ini.
"Bagaimana mungkin dalam konteks ucapan lebaran, imbauan jangan mudik dan oleh-oleh khas lebaran sangat tidak etis Presiden malah menyebutkan makanan yang haram dikonsumsi umat Islam," katanya pada Sabtu (8/5/2021), dilansir Tribunnews.
"Tapi apapun jenis kulinernya, yang berbahan bahkan ada unsur babi nya itu adalah haram."
"Tidak boleh dikonsumsi. Tidak boleh dipakai," tegas dia.
Ia pun meminta Jokowi untuk mengevaluasi tim komunikasi agar kejadian serupa tak terulang lagi.
“Pembuat brief dan teks dalam pidato Presiden adalah pihak yang paling bertanggung jawab," pungkasnya.
Baca juga: Mendag Minta Maaf, Video Promosi Kuliner Jokowi Picu Kesalahpahaman
Baca juga: Polemik Pidato Presiden, SAS Institute: Pendukung Jokowi Jangan Memperkeruh Keadaan
Ngabalin Menilai Tak Ada yang Salah

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, menilai pernyataan Presiden Jokowi soal kuliner nusantara tak ada yang salah.
Mengutip Tribunnews, Ngabalin mengungkapkan pernyataan yang diberikan Jokowi adalah bagian dari acara Kementerian Perdagangan dalam rangka mempromosikan kuliner khas Indonesia.
"Acara ini adalah acara yang digelar oleh Departemen Perdagangan dalam rangka mempromosikan, kan kita cinta pada produk-produk nusantara kita," ujarnya dalam program Sapa Indonesia Malam, dikutip dari YouTube Kompas TV, Sabtu (8/5/2021).
"Jadi memang kalau bicara soal lebaran, orang mengidentikkan dengan pulang kampungnya orang Islam," lanjut dia.