Breaking News:

Kerumunan Massa di Acara Rizieq Shihab

Sosiolog Sebut Terjadi Kekacauan Berpikir pada Kasus Rizieq Shihab

Musni kembali menjelaskan, bahwa kadar pernyataan bohong seseorang tidak bisa selalu diartikan sebagai sebuah kejahatan.

Tribunnews.com/ Glery Lazuardi
Sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar, di D Hotel, Jakarta Selatan, Minggu (11/11/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ahli Sosiologi Umum dari Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta, Musni Umar menyebut telah terjadi kekacauan berpikir dalam dakwaan Habib Rizieq Shihab yang disangka melanggar Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 atas tudingan membuat keonaran.

Hal ini disampaikan Musni saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan kebohongan swab test RS Ummi, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (11/5/2021).

Awalnya Majelis hakim bertanya kondisi di mana seseorang yang belum tahu dirinya sakit, namun lebih dulu menyatakan sehat lantaran hasil tes kesehatan belum terbit.

"Seseorang tadi yang belum dia tahu dia sakit, kemudian dia menyatakan sehat, dia dianggap berbohong. berbohong dinyatakan didakwa melanggar Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 dan menimbulkan keonaran. Bagaimana pendapat ahli?," tanya hakim.

"Menurut saya itu adalah kekacauan berpikir. Begini di masyarakat kita, biasa mengatakan saya sehat, tapi dokter mengatakan dia sakit. Kalau dia mengatakan sehat, lantas orang lain mengatakan tidak sehat, itu tidak bisa dikatakan berbohong," jawab Musni.

Baca juga: Di Persidangan, Rizieq Shihab Sebut Ada Pejabat Indonesia yang Menolak Dirinya Pulang ke Indonesia

Musni kembali menjelaskan bahwa kadar pernyataan bohong seseorang tidak bisa selalu diartikan sebagai sebuah kejahatan.

Sebab kebohongan tersebut perlu dilihat peristiwa yang menyertainya.

"Karena ada bohong yang sesungguhnya untuk menciptakan suasana damai. Jangan sampai semua bohong itu diartikan jahat," jelas dia.

Sehingga menurutnya jika terjadi kekacauan berpikir yang menyebabkan Rizieq Shihab ditetapkan tersangka dan ditahan, maka persoalan ketidakadilan itu akan ditegakkan dalam persidangan ini.

"Jadi menurut saya tidak tepat ada orang siapapun juga menyatakan sehat kemudian di PCR dia tidak sehat, lalu dia dikatakan berbohong dan dia dipenjara, saya kira ini adalah ketidakadilan yang saya yakin akan ditegakkan di persidangan ini," sambung Musni.

Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved